Hukuman Berat PSIS Semarang Akhirnya Mendapat Keringanan Komite Banding PSSI


CEO PSIS telah mengkonfimasi hasil banding ke Komite Banding PSSI, yang meringankan hukuman berat Komdis ke PSIS. (foto: psis)

  • Sanksi Tribun utara ditutup dan denda Rp 25 juta

Semarangsekarang.com – Perjuangan banding Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya atau akrab disapa Yoyok Sukawi dan jajarannya ke Komite Banding PSSI terhadap sanksi tang dijatuhkan ke klub PSIS Semarang akhirnya membuahkan hasil.

Sebelumnya, PSIS Semarang nendapat hukuman berat seperti tercantum dalam surat Komite Disiplin PSSI Nomor 153/L1/SK/KD-PSSI/XII/2023 tanggal 05 Desember 2023 dimana PSIS harus menjalani sanksi tanpa penonton selama pertandingan kandang hingga akhir musim BRI Liga 1 2023-2024, serta denda Rp 25 juta. Menyusul kerusuhan yang dipicu ”suporter PSS Sleman” yang melakukan kericuhan di Tribun Barat Stadion Jatidiri Semarang

Namun hukuman itu tak lantas membuat Yoyok Sukawi hanya pasrah. Dan akhirnya usaha memang tak mengkhianati hasil. Terbukti pengajuan banding PSIS Semarang diterima oleh Komite Banding PSSI, sesuai Surat Keputusan Komute Banding PSSI Nomor: 007/KEP/KB/BRI-LIGA1/XII/2023 tertanggal 13 Desember 2023. Hukuman untuk tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar menjadi lebih ringan.

Dalam keputusan surat Komding PSSI di poin 3 (b) dijelaskan, Menjatuhkan sanksi disiplin oleh karena itu kepada Klub PSIS Semarang berupa penutupan sebagian stadion (tribun utara) dalam menyelenggarakan pertandingan saat menjadi tuan rumah Kompetisi BRI Liga 1 Tahun 2023-2023 berakhir, berlaku mulai pertandingan terdekat dan denda Rp 25 juta.

Kepastian keringanan mengikat dan sudah fix, dan tentunya kondisi ini menjadi sesuatu yang cukup melegakan. Namun untuk laga terdekat melawan Madura United di Stadion Jatidiri pada pekan ke 23, Sabtu (16/12/2023) pukul 15.00 WIB sedang diurus perizinannya.

”Keringanan hukuman dari Komisi Banding PSSI sudah fix dan ini pantas disyukuri. Namun untuk laga melawan Madura United kita sedang tunggu perizinannya dari pihak kepolisian,” kata Yoyol Sukawi dalam keterangan lewat WA kepada Semarangsekarang.com, Kamis (14/12/2023). (aria furisan-SS)

Berita Terkait

Top