Kota Semarang Level 2. Indikatornya Angka Kematian


Tempat Pemakaman Umum Jatisari, Mijen. Salah satu tempat pemakaman akibat Covid-19 di Kota Semarang. (foto: aria/SS)

Semarangsekarang.com – Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Semarang kini meningkat menjadi level dua. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut ada beberapa Indikator yang menyebabkan kenaikan status dari Level 1 ke Level 2.

Hendi, sapaan Wali Kota Semarang menambahkan, kenaikan status berdasar Instruksi Menteri Dalam Negeri per 13 Februari 2022, lalu. Salah satu indikator meningkatnya status PPKM yakni, angka kematian akibat Covid-19

“Indikatornya, melebihi standart WHO, salah satunya angka kematian. Saat ini kasus Covid-19 mencapai 780 orang yang terdata di Kota Semarang. Dan, 127 adalah warga Luar Kota serta 537 adalah warga Kota Semarang. Kemudian ada 18 pasien yang meninggal dunia, enam dari Luar Kota dan 12 warga Kota Semarang,” kata Hendi, saat jumpa pers, Kamis (17/02/2022)

Dikatakan, dari 12 warga Kota Semarang, teridentifikasi merupakan pasien dengan komorbiditas dan lansia meski sudah melakukan vaksin kesatu dan kedua. Sementara enam sisanya lagi ada yang belum vaksin dan ada pula yang baru vaksin satu kali. Inilah yang kemudian mereka teridentifikasi dan meninggal dunia.

Di sisi lain Hendi mengatakan ketersediaan bed di rumah sakit untuk isolasi pasien saat ini masih tersedia cukup banyak. “Saya tanya rumah sakit secara keseluruhan di Kota Semarang ada 20, tempat tidur untuk pasien Covid-19 ada 886. Dan yang terpakai hanya 42,” ucap Hendi.

Isolasi terpusat

Disisi lain, Pemerintah Kota Semarang membuka dua tempat isolasi terpusat baru. Hal ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus Covid-19 di Ibukota Jawa Tengah

Hendi mengatakan, kasus Covid-19 di Kota Semarang ada 780 orang. yang 127 adalah warga Luar Kota dan 537 adalah warga Kota Semarang. “Terkait dengan hal itu, maka kita buka dua tempat isolasi terpusat yakni LPMP di Srondol dan MHC Marina”.

Penambahan dua tempat isolasi terpusat itu, katanya, kapasitas bertambah menjadi 400 bed. “Saat ini dari dua tempat isolasi terpusat tersebut, yang terpakai baru 11 persen,” ungkapnya

Meski telah membuka dua tempat baru. Pemkot Semarang masih memiliki empat tempat baru untuk isolasi terpusat. Empat tempat tersebut belum dibuka. Pembukaan dilakukan menyesuaikan kasus Covid-19.

“Pemkot masih punya empat tempat isolasi terpusat. Tapi belum kita buka. Masyarakat tidak perlu takut dan risau soal Covid-19 tapi tetap harus waspada,” jelasnya. (subagyoSS)

Posted in NEWS

Berita Terkait

Top