Mohon Maaf ‘Museum Belum Buka’ Pengunjung Museum Kota Lama Kecele


Tampak terpampang tulisan ‘Mohon Maaf Meseum Belum Buka’ di kaca pintu depan museum. Membuat kecele pengunjung. (foto: subagyo/SS)

Semarangsekarang.com – Meski Museum Kota Lama di bundaran Bubakan Semarang Tengah sudah diresmikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu lalu, untuk pengunjung dan selama sepekan gratis, tetapi dari pantauan Semarangsekarang.com, Jumat (11/02/2022), museum yang berada di kawasan Kota Lama masih belum dibuka.

Di pintu utama masuk museum ada tulisan ‘Mohon Maaf Museum Belum Buka’. Tulisan ‘Mohon Maaf Museum Kota Lama Belum Buka’ ditempel di kaca pintu utama masuk museum. Bahkan sempat ada rombongan pengunjung dari luar kota datang kecele karena museum belum buka.

Museum Kota Lama yang berada di kawasan Kota Lama Semarang ini juga sudah sering dikunjungi masyarakat untuk swafoto dengan latar belakang museum yang berada di taman dan kolam air yang tumbuh banyak tanaman teratai di atas kolam.

Mereka yang berdatangan terutama para pesepeda onthel kendati sekedar ber-selfie ria di taman Bubakan dan lengkap dengan bangunan museum Kota Lama itu. Sedangkan pengunjung yang naik kendaraan roda dua, motornya diparkir di lingkaran bundaran Bubakan.

Area parkir

Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto, Jumat (11/02/2022) mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang saat ini siap memprioritaskan penyiapan area parkir kendaraan pengunjung dan antisipasi kepadatan arus lalu lintas di bundaran eks Bubakan, dengan mulai dibukanya pengoperasionalan Museum Kota Lama Semarang untuk masyarakat umum oleh Pemerintah Kota Semarang. 

Dikatakan Endro, setelah rapat koordinasi dengan Pemkot terkait operasional Museum Kota Lama, di Balai Kota, telah berkoordinasi dengan pihak Bank Jateng, sebagai pemilik lahan yang akan membangun kantong-kantong parkir di lahan tersebut.

“Lahan yang merupakan aset Bank Jateng yang berada di seberang jalan depan Kantor BRI jalan Pattimura atau ujung jalan MT Haryono paling utara itu, saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunan. Dan saat ini masih dalam tahap persiapan, nantinya akan dikelola oleh Bank Jateng,” kata Endro menjelaskan.

Dikatakan Endro, parkir kendaraan pengunjung untuk untuk saat ini, jenis mobil bisa memarkir kendaraannya di depan hotel Horison NJ Semarang. Bus pengunjung sifatnya hanya droping, lalu bus bisa memarkir di area stasiun Semarang Tawang. “Kalau sudah selesai kunjungannya, bus baru bisa datang untuk menjemput pengunjung untuk pulang,” paparnya. 

Fokus kedua, kata Endro, pihaknya masih memberlakukan rekayasa pengalihan rute arus lalu lintas di bundaran eks Bubakan seperti sebelumnya. Kendaraan dari Jalan MT Haryono bisa langsung ke Jalan KH Agus Salim atau Letjen Suprapto dan sebaliknya.

Pengendara dari Jalan Ronggowarsito (Sayangan), Jalan Agus Salim tidak bisa langsung memutar bundaran Bubakan. Pengendara harus ke kiri dulu, masuk Jalan Pattimura, Dr Cipto, melalui Jalan Kartini, kembali ke Jalan MT Haryono.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo terkait Museum Kota Lama, pihaknya meminta manajemen lalu lintas bisa lebih diperhatikan karena museum berada di tengah bundaran. Sebab, di bundaran tersebut volume kendaraan yang melintas cukup padat. 

Anang menambahkan, pengunjung yang akan ke Museum Kota Lama, bisa merasa aman saat berkunjung. Anang berharap, Museum Kota Lama bisa dijadikan museum khas Semarangan yang menampilkan ciri khas ibu kota Jawa Tengah ini. “Sekaligus untuk media pembelajaran warga dan wisatawan yang datang, ” katanya. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top