Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Terima Mahasiswa Magang dari Undip dan Unpad


Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr Syarifuddin MHum, berfoto bersama mahasiswa magang usai penerimaan sekaligus kuliah umum. (foto: istimewa)

Semarangsekarang.com – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menerima 17 mahasiswa magang dari dua perguruan tinggi di aula Bojanaloka, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, 9 Januari 2024. Mahasiswa tersebut terdiri atas 14 mahasiswa dari Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro (Undip), dua mahasiswa dari Program Studi Sastra Inggris Undip, dan satu mahasiswa dari Program Studi Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran (Unpad).

Acara penerimaan sekaligus kuliah umum tersebut dihadiri Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr Syarifuddin MHum dan para mentor mahasiswa, yaitu Ika Inayanti, Shintya, Ema Rahardian, Kahar Dwi Prihantono, dan Agus Sudono.

Syarifuddin menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik kedatangan mahasiswa untuk magang di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Dia berharap mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik dan dapat mengimplementasikan materi selama kuliah di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

“Mahasiswa harus membuat sebuah karya di akhir periode magang,” ujar Syarifuddin di ruang Bojanaloka pada Selasa (09/01/2024).

Pada kesempatan yang sama, Syarifuddin juga memberikan kuliah umum kepada mahasiswa magang tersebut. Dalam kuliah umum itu, dia menjelaskan seputar profil Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah serta kajian linguistik dan sastra kepada mahasiswa.

“Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah merupakan unit pelaksana yang berada di bawah naungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Pengembangan, pembinaan, pelindungan, serta pelayanan kebahasaan merupakan tugas pokok Balai Bahasa,” jelasnya.

Program prioritas

Balai Bahasa Jawa Tengah, lanjutnya, memiliki tiga program prioritas, yaitu peningkatan literasi, penginternasionalan bahasa Indonesia, dan revitalisasi bahasa daerah. Program literasi merupakan program yang disusun untuk meningkatkan minat literasi di Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki literasi paling rendah di dunia. Tentunya harus ada program peningkatan literasi, mulai dari pendidikan dasar hingga Pendidikan tinggi untuk mengatasi hal itu,” tambahnya.

Syarifuddin menuturkan bahwa selain program literasi, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah memiliki program penginternasionalan bahasa Indonesia. Program ini bertujuan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa global. Bahasa Indonesia sudah layak menjadi bahasa global karena banyaknya penutur dan sudah dijadikan bahasa utama di negaranya sendiri.

“Bahasa Indonesia sudah layak menjadi bahasa global dan sudah ditetapkan sebagai bahasa resmi dalam Sidang Umum UNESCO,” terangnya.

Syarifuddin mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kedua yang memiliki bahasa daerah terbanyak di dunia setelah Papua Nugini. Hal tersebut menjadi suatu anugerah yang diberikan oleh Tuhan.

“Menjaga dan melestarikan bahasa daerah menjadi bagian dari tugas Balai Bahasa. Revitalisasi bahasa daerah wajib dilakukan untuk mencegah punahnya sebuah bahasa. Namun, vitalitas bahasa hanya bisa dijaga dan dilestarikan oleh penuturnya sendiri,” katanya.

Syarifuddin berharap melalui program magang tersebut mahasiswa bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Mahasiswa harus mencari relevansi antara materi yang didapatkan di perkuliahan dan praktik langsung di lapangan.

“Kami berharap mahasiswa bisa menjadi agen penggerak untuk melestarikan bahasa daerah di Indonesia,” ungkapnya. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top