Urban Farming Bisa Dilakukan di Pot-pot


Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melihat ibu-ibu yang mengikuti lomba memasak menu untuk anak stunting. (foto: istimewa)

  • PTSL selesai tiga tahun

Semarangsekarang.com – Pemerintah Kota Semarang kini kembali menggelar pelayanan akhir pekan secara serentak di 16 kecamatan, Sabtu (04/02/2023) kemarin. Ada tiga kecamatan di antaranya yaitu Kecamatan Mijen, Kecamatan Banyumanik, dan Kecamatan Gunungpati di samping membuka pelayanan akhir pekan juga mengadakan lomba masak menu sehat untuk anak stunting.

Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas yang datang mengakses pelayanan. “Ada pelayanan terpadu akhir pekan yang diadakan di 16 Kecamatan yang tentu dari masing-masing kecamatan mempunyai inovasi-inovasi sendiri untuk menggerakkan masyarakat supaya hadir datang,” jelas Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

“Tadi ada juga lomba masak menu (untuk anak) stunting jadi mengambil potensi-potensi bahan makanan yang ada di wilayah masing-masing,” tutur  Ita sapaan Wali Kota Semarang.

Ita tersebut juga mendorong masyarakat untuk melakukan urban farming atau menanami pekarangan dengan tanaman produktif. Menurutnya, jika bahan-bahan makanan menu sehat untuk anak stunting bisa dihasilkan dari pekarangan masing-masing maka akan lebih ekonomis dan berkelanjutan.

“Banyumanik ini kalau pagi masih berkabut. Cuacanya, masih dingin sehingga pas untuk bercocok tanam. Bisa menanam bahan-bahan yang biasa ibu-ibu masak. Bisa di pot-pot tidak harus di tanah,” ajak Ita.

Dikatakan Ita, para pimpinan daerah sudah dipanggil Pak Jokowi dan disampaikan bahwa tahun 2023 ini program prioritasnya adalah ketahanan pangan. “Kalau kita mau tidak susah pangan tidak susah cari sayur ya kita menanam sendiri. Nanti juga akan ada lomba urban farming tingkat kecamatan dan kelurahan (untuk mendukung program pemerintah pusat tersebut,” tambah Ita.

Penyerahan sertifikat PTSL

Sementara itu, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penyerahan sertifikat dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Kota Semarang (BPN). Program PTSL ini memberi kemudahan, kepastian hukum atas kepemilikan sertifikat agar mengurangi konflik dan sertifikat ganda.

Ke depannya, Ita berharap BPN dapat terus berkolaborasi dengan Pemkot Semarang dalam pelayanan akhir pekan sehingga masyarakat yang ingin mengurus tanahnya lebih mudah mengakses pelayanannya.

Kepala BPN Kota Semarang, Sigit Rachmawan Adhi, menjelaskan ini adalah tahun kedua berjalannya program PTSL yang dimulai pada tahun 2021 dan ditargetkan akan selesai dalam tiga tahun.

“Hari ini kita mendampingi ibu walikota dalam rangka penyerahan sertifikat untuk PTSL tahun 2022. Total ada 17.000 sertifikat PTSL yang akan dibagi tahun 2022 untuk seluruh wilayah Kota Semarang,” tandas Sigit.

Dikatakan dalam 3 tahun kita merencanakan PTSL yaitu pendataan tanah secara menyeluruh. Jadi seluruh tanah di Kota Semarang yang belum bersertifikat akan kita daftar, kita petakan, dan akan kita bikinkan sertifikat. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top