Pergeseran Anggaran Mobil Listrik, Atasi Banjir Tetap Skala Prioritas


Foto ilustrasi, penangan banjir di Kota Semarang masih tetap menjadi skala prioritas. (foto: dok istimewa)

Semarangsekarang.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Semarang, Mualim menilai pengadaan mobil listrik hanya dua saja terkait adanya pergeseran anggaran untuk tahun 2023.

Mualim tidak mempermasalahkan adanya pergeseran anggaran lantaran Pemkot Semarang melihat skala prioritas untuk mengatasi persoalan banjir dan rob.

“Pemkot Semarang tidak ingin masalah banjir yang berdampak langsung dengan masyarakat terus terjadi dan berlarut-larut,” kata Mualim, Minggu (5/2/2023).

Dikatakan, Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah pergeseran atau menggangarkan dua mobil listrik dengan kajian melihat skala prioritas, kalau penggunaan mobil listrik instruksi dari pemerintah pusat, tapi kalau untuk kondisi di Kota Semarang lebih utama penanganan banjir dan rob.

Apalagi, tambah Mualim curah hujan masih tinggi. Peristiwa bencana seperti banjir dan tanah longsor masih dihadapi warga ketika datang musim hujan. Tanggul sungai jebol dan sungai meluap dan menggenangi di pemukiman lantaran tidak bisa menampung guyuran air hujan yang berlangsung beberapa jam saja.

Dikatakan politisi Partai Gerindra ini, kalau pergeseran anggaran ini dilaksanakan karena ada yang lebih penting atau diutamakan menyangkut nyawa masyarakat, terutana yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Dan hal ini darurat. Apalagi, dampak banjir bandang akibat sungai meluap beberapa waktu lalu, warga perlu direlokasi, sehingga butuh biaya atau anggaran tidak terduga yang cukup besar,” paparnya.

Lalu, ada rencana pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Plumbon dan Kelanjutan normalisasi Kali Bringin juga, kalau anggaran ini tidak cukup harus ada pergeseran anggaran.

Menurut Mualim jika pergeseran anggaran harus ada catatannya, bahwa pergeseran anggaran ini tidak melanggar aturan yang ada, dan sudah melalui kajian terlebih dulu serta dikonsultasikan dengan pusat maupun dewan.

“Kalau memang diperbolehkan untuk dilaksanakan. Prinsipnya, dewan mendorong pergeseran karena skala prioritas lebih mendesak, seperti saat menghadapi pandemi juga dilakukan refocusing anggaran atau menunda pembangunan fisik untuk diprioritaskan pada masalah kesehatan,” ucapnya.

Kalau sekarang pengadaan mobil listrik dianggarkan dua unit saja, dan dipakai untuk hal yang penting sekali, lebih-lebih kejadian banjir dan rob di depan mata dan terjadi setiap waktu..

Polisi wisata

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin sebelumnya mengatakan, jika tahun ini hanya akan dianggarkan dua unit mobil listrik dengan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar. Penggunaannya untuk kendaraan operasional Dishub dan Polisi Wisata Satpol PP. 

“Kita tetap anggarkan pengadaan mobil listrik tahun 2023 ini, tahun 2022 lalu kita anggarkan tiga unit dan hanya dapat satu. Namun, tahun ini hanya kita anggarkan dua unit mobil listrik saja,”jelas Iswar. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top