Pramuka Berharap Bisa Gandeng CSR untuk Program Bedah Rumah


Ka Kwarcab kota Semarang Drs Adi Tri Hananto (kanan) ketika meresmikan bedah rumah milik Rusmanto RT 01 RW 2 Kelurahan Ngadirgo, Kecamatan Mijen kota Semarang. (foto: istinewa)

Semarangsekarang.com – Pramuka akan gandeng instansi lain atau CSR (Corporate Social Responsibility) untuk membantu program bedah rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kwartir cabang kota Semarang. Hal ini disampaikan Ka Kwarcab kota Semarang Drs Adi Tri Hananto usai meresmikan bedah rumah layak huni milik Rusmanto di RT 01 RW 2 Kelurahan Ngadirgo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang Kamis (10/08/2023).

Menurut Adi, Pramuka hanya kepanjangan tangan dari Pemkot Semarang dengan memberikan kuota sebanyak 24 rumah. Di Kecamatan Mijen sendiri, pihaknya sudah melakukan dua kali bedah rumah.

“Dibanding saat awal tahun, Program Bedah Rumah Pramuka sudah mulai terkontrol. Bahkan, pihaknya kewalahan menolak pemugaran rumah,” kata Adi usai peresmian.

Adi mengatakan pihaknya akan mengajukan permohonan CSR dari instansi yang memungkinkan untuk bekerja sama dalam program RTLH.

“Untuk itulah kami akan mengajak di luar pemerintah agar masyarakat yang mampu dapat menyumbang,” katanya.

Adi juga mengungkapkan, meskipun kondisi bedah rumah dinilai kurang sempurna, ia meminta pemilik rumah agar menyelesaikan pembangunan secara bertahap.

Jaga kerukunan

Ka Kwarcab berharap melalui pemugaran rumah ini dapat menjaga kerukunan warga. Sehingga, semakin cepat diwujudkan sebagai bangsa yang besar dan mandiri.

Sementara Ka Kwarran Mijen Drs Edris Subagyo mengatakan, bedah rumah milik Rusmanto merupakan usulan Kwaran yang diajukan ke Kwarcab,program rehab dari Pemkot dengan dana Rp 23,6 juta.

“Dana nya sudah kami pergunakan untuk renovasi dan perbaiki,” kata Edris dalam laporannya .

Sigit selaku sekretaris kelurahan mewakili Lurah Ngadirgo mengucapkan terimakasih kepada Kwarcab kota Semarang

“Terimakasih juga kepada warga Ngadirgo yang telah membantu proses pembangunan,” kata Sigit.

Sementara itu, Rusmanto selaku pemilik rumah mengau sangat gembira, rumahnya sudah selesai dibedah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Kwartir Cabang Kota Semarang.

Menurut Rusmanto, Rumah yang berukuran 7×8 meter direnovasi dinding, lantai, dan atap dengan menelan biaya keseluruhan mencapai Rp 30 juta.

Meskipun begitu, kata Rusmanto, Pramuka Kwarcab Kota Semarang membantu sebesar Rp 23,6 juta dengan waktu pengerjaan selama 10 hari, dari pagi hingga malam dengan prioritas pengerjaan dari cor slop sampai atap.

“Kekurangan dari tabungan saya hasil kerja serabutan, senang banget dapat bantuan seperti ini,” katanya.

Ia berharap, program RTLH dapat bermanfaat bagi warga lain. “Karena rumah jadi bagus, dan layak dihuni,” harapnya. (umardani-SS)

Berita Terkait

Top