Dewan Ingin Pembangunan Taman di Semarang Terus Ditambah


Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu bersama jajarannya ketika berfoto di Taman Nol Kilometer. (foto: dok istimewa)

Semarangsekarang.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendukung upaya pemerintah kota Semarang memperbanyak pembangunan taman kota untuk menambah estetika wajah kota dan kota kian asri.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Joko Santoso menilai taman kota selain mempercantik pemandangan dan keindahan kota, juga ada tanaman peneduh yang rindang dan besar agar terkesan sejuk di kota yang dekat dengan pantai.

Apalagi suasana kota Semarang dekat pantai yang cenderung cuacanya senantiasa panas bisa disulap menjadi kota yang hijau dan asri. Bahkan untuk menumbuhkan hutan kota di ibukota Jawa Tengah ini.

“Kami support penghijauan dengan median taman kita. Syukur-syukur bisa menggandeng pihak swasta, yang ingin memberikan CSR, diluar APBD. Namun, jika anggaran APBD mencukupi kita tentu mendukung untuk pembangunan taman kota baru,” ucapnya, Senin (05/06/2023).

Joko Santoso menambahkan, penambahan taman kota diharapkan memperhatikan berbagai jenis tanaman dan yang rindang sekaligus mempercantik area sekitar taman.

“Kalau bisa ada penambahan tanaman besar dan rindang ditanam seperti di Taman Nol Kilometer, biar terlihat hijau. Bisa jenis pule, atau tanaman lainnya agar membuat kesan suasana sejuk dan hijau,” imbuhnya.

Menurut Joko Santoso, suasana yang hijau akan bermuara pada kenyamanan dan, makin banyak orang yang datang dan memanfaatkan untuk berfoto atau sekedar refreshing.

“Kalau suasana nyaman, akan banyak masyarakat yang datang dan menikmati suasana kota. Apalagi sudah ada ikon taman Nol Kilometer di sisi timur Jalan Pemuda tepatnya depan seberang kantor pos Johar,,” katanya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, menargetkan akan ada penambahan dua taman kota pada tahun 2023. Dalam waktu dekat akan ada pembangunan taman kota, Yakni Taman Abdulrahman Saleh di wilayah Semarang Barat.

Taman kota ini akan dikonsep Smart Educative Park serta akan menjadi ruang terbuka Hijau Kota yang mengoptimalkan fungsi ekologi, sosial, ekonomi,rekreasi dan edukasi dengan prasarana yang ramah anak, lansia, dan difabel.

“Nantinya, taman aktif kota Semarang yang sebagian besar hanya berupa ruang sosial dan ekologi, akan dikembangkan lagi dengan memperhatikan fungsi edukasinya dengan membawa digitalisasi dan modernisasi,” jelas Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murnie Ediati. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top