Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the all-in-one-seo-pack domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/semara37/public_html/wp-includes/functions.php on line 6114
Dishub Kaji Persiapkan Jalur Khusus BRT - Semarangsekarang.com

Dishub Kaji Persiapkan Jalur Khusus BRT


Bus BRT Trans Semarang ketika melintas di kawasan Tugu Muda Semarang, (foto: subagyo/SS)

Semarangsekarang.com – Upaya mengembangkan moda transportasi massal BRT Trans Semarang,

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyatakan, akan melakukan studi atau kajian tentang penyediaan jalur khusus untuk BRT. Sehingga, ke depan akan lebih optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat saat menggunakan moda transportasi massal yang efisien untuk beraktivitas.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan menjelaskan, kedepan pengembangan transportasi massal BRT Trans Semarang akan dilakukan studi. “Kami kedepan rencanakan studi, agar ada dedicated line atau jalur khusus BRT. Karena adanya perkembangan sebuah kota dan kebutuhan dari masyarakat akan transportasi massal agar bisa makin efisien dan baik pelayanannya,”imbuhnya, Rabu (04/10/2023).

Sedangkan untuk jangka panjang, pihaknya, akan memperbanyak armada BRT Trans Semarang berbasis listrik. “Begitu juga kendaraan patroli dan kendaraan dinas lainnya juga diharapkan berbahan bakar listrik. “Saat ini kita sudah punya dua bus listrik, mobil patroli listrik juga dua unit. Nantinya, kendaraan listrik akan didorong di dinas-dinas lainnya,”ujarnya.

Selain itu, dengan makin banyaknya kendaraan berbahan bakar listrik polusi udara bisa ditekan. “Apalagi isu transportasi umum saat ini adalah masalah polusi udara yang ditimbulkan dari kendaraan, sehingga nantinya lebih ramah terhadap lingkungan dan mengurangi gas emisi atau gas buang dari kendaraan,” pungkasnya. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top