Penataan Pasar Johar, Udreg-udregan Antar Pedagang Wajar


Suasana pertemuan penataan pedagang Johar bersama TNI/Polri, Dinas Pasar serta Satpol PP sebagai penegak Perda Kota Semarang, Selasa (15/02/2022). (foto: subagyo/SS)

Semarangsekarang.com – Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menilai penataan pedagang di Pasar Johar bila ada udreg–udregan antar pedagang wajar. Tetapi, semua pedagang yang mencari rezeki di Pasar Johar itu semua adalah saudara.

“Kalau tidak ada udregan-udregan itu justru malah bukan pasar namanya. Maka dengan adanya pertemuan untuk penataan pedagang ini, penting untuk mencari solusi terbaik,” kata Fajar Purwoto dalam acara tindaklanjut pertemuan penataan pedagang Johar bersama Dinas Pasar, Satpol PP sebagai penegak Perda Kota Semarang, Selasa (15/02/2022).

Pertemuan penataan pedagang Johar berlangsung di kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang lantai 3 Jalan Dr Cipto diikuti juga dari unsur TNI/Polri masing-masing wilayah.

Dikatakan Fajar, dari pertemuan ini kita cari solusi terbaik untuk penegakan Perda penataan pasar. “Kami setuju bila penataan pedagang Pasar Johar sesuai zonasi, dan penertiban pedagang Pasar Cagar Budaya Johar untuk pedagang sesuai azas hukum,” tandas Fajar Purwoto yang sekaligus memimpin jalannya pertemuan penataan pedagang tersebut.

Fajar menyatakan siap datang ke Pasar Johar untuk melakukan penataan pedagang khususnya di Pasar Johar Cagar Budaya pada Rabu (16/02/2022) besok. “Bila ada kios yang berada di dalam Pasar Johar Cagar Budaya dikontrakan atau disewakan maka kami siap mengeluarkan pedagang tersebut,” tandas Fajar.

Fajar juga siap bersama pedagang yang tahu persis dengan keberadaan pedagang siapa-siapa yang menempatinya, sebab pedagang sendiri yang memahami terhadap keberadaan pedagang di wilayahnya masing-masing. Mana-mana kios pedagang yang disewakan atau dikontrakan.

Fajar minta agar penataan pedagang Johar sudah clear pada hari Jumat besok. “Kami Rabu besok melakukan investigasi, kita cek penataan pedagang, sesuai zonasi maka bila zonasi pedagang konveksi, lalu di sebelahnya ada pedagang gerabah, maka pedagang gerabahnya harus pergi dari situ,” tandas Fajar lagi.

Ketua Persatuan Pedagang Jasa Pasar (PPJP) Unit Johar Surachman meminta agar penataan Pasar Johar sesuai dengan azas zonasi dan azas keadilan hukum.

Investigasi Penataan

Surachman siap ikut petugas Satpol PP dan Dinas Perdagangan Kota Semarang serta petugas TNI/Polri yang nanti akan melakukan investigasi penataan pedagang Johar.

Simon, perwakilan kelompok pertokoan Johar menilai setuju dengan sistem ketaatan, keadilan dan zonasi. Tetapi dengan pembangunan Pasar Johar secara keseluruhan ini maka, diharapkan tidak ada lagi istilah Pasar Yaik, atau Pasar Yaik Permai, tetapi secara keseluruhan adalah kawasan Pasar Johar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Nur Kholis meminta agar pedagang Johar segera mengumpulkan data-data dan data terakhir yang belum mengumpulkan atau mendaftarkan. Selasa hari ini batas terakhir untuk dikumpulkan ke dinas untuk ketertiban.

Terkait pedagang bila ada yang kecewa dalam penataan dinilai wajar. Tetapi sudah ada keputusan dan semua harus dijalankan. Ia mengakui harus ada kebijakan sesuai dengan di lapangan. Ada kelonggaran untuk menata kembali, masing-masing kelompok sudah mengikuti pertemuan penataan.

“Saya yakin semua ada yang tidak puas, tetapi kita sudah mengambil kebijakan lewat perwakilan. Masing-masing kelompok bisa menyampaikannya kepada kami,” tambahnya. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top