Disperkim Tingkatkan Pengelolaan Sampah di Taman
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengolah pupuk dalam pot untuk ditanami tanaman untuk menghias keindahan taman. (foto: istimewa/SS)
- Program Wali Kota Semarang Bersih
Semarangsekarang.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang meningkatkan pengelolaan sampah di taman-taman kota. Upaya ini sebagai dukungan terhadap program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin yakni Semarang Bersih.
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengatakan, program Semarang Bersih fokus pada pendekatan zero waste berbasis masyarakat yakni dengan pemilahan sampah dari rumah, penguatan bank sampah, pengembangan aplikasi “ASN Wegah Nyampah”, hingga pembangunan IPAL TPA Jatibarang.
Hal ini sesuai dengan Keputusan Wali Kota Semarang Nomor 600.4/122 Tahun 2025 tentang Penetapan Peta Jalan Rencana Aksi Akselerasi Penuntasan Pengelolaan Sampah di Kota Semarang Tahun 2025 – 2026.
Ia mengatakan pemilahan dan pengelolaan sampah di hulu menjadi salah satu fokus dalam program Semarang bersih. “Taman Kota sebagai salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik juga menjadi hulu sampah, sehingga perlu dilaksanakan tata kelola sampah yang sesuai peraturan,” kata Pipie, sapaan akrabnya, Minggu (08/03/2026).
Ia mengatakan RTH memiliki fungsi intrinsik yakni fungsi ekologis, yaitu penyegaran udara, mempengaruhi dan memperbaiki iklim mikro, penyerapan air hujan, pengendalian banjir, pengaturan tata air, memelihara ekosistem tertentu, perlindungan plasma nutfah, dan pelembut arsitektur bangunan.
Selain itu RTH juga memiliki fungsi ekstrinsik yang meliputi fungsi sosial dan budaya, ekonomi, serta estetika.
Tempat sampah 3 pilah
Sebagai pengelola taman di Kota Semarang, Pipie mengatakan Disperkim menambah tempat sampah 3 pilah sebagai pemilah sampah, serta tong komposter untuk mengubah sampah organik taman menjadi kompos.
Penambahan sarana pengolahan sampah ini dilaksanakan di taman aktif Kota Semarang, dengan diawali di Taman Indonesia Kaya (TIK).
“Alasannya karena Tik ini memiliki jumlah pengunjung yang cukup padat dan sering digunakan untuk kegiatan rekreasi, sosial, budaya, hingga event besar, sehingga kita awali menempatkan tempat pengolahan sampah 3 pilah di TIK,” jelasnya.
Disperkim lanjutnya, mendukung program Semarang Bersih dengan terus meningkatkan sarana yang ada di Taman Kota. Selanjutnya penempatan tempat sampah pilah dan komposter akan ditempatkan di seluruh taman aktif kota.
“Tempat pilah sampah memberi edukasi kepada masyarakat dalam pemilahan sampah organik dan anorganik. Sedangkan komposter untuk mengurangi timbunan sampah di TPA, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta menyuburkan tanah secara alami, sejalan dengan prinsip sustainability,” jelasnya.
Selain itu Disperkim juga berencana untuk melaksanakan pengelolaan sampah anorganik menjadi ecobrick.
Ia berharap taman kota selain sebagai ruang komunal yang nyaman untuk bersosialisasi, juga menjadi ruang edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mengelola sampah, sehingga Kota Semarang menjadi kota hijau yang lebih bersih dari sampah.
Diketahui taman di Kota Semarang saat ini berjumlah 149 taman dengan rincian 56 taman aktif dan 94 taman pasif. (subagyo-SS)







