Satupena Temanggung Siap Luncurkan 2 Buku Cerita Anak


Pengurus Satupena Kabupaten Temanggung berfoto bersama dengan Bunda Literasi setempat Pancasila Dewi. (foto:ist)

Semarangsekarang.com (Temanggung),- Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Temanggung, bersiap meluncurkan dua buku cerita anak (cernak) dwibahasa bergambar. Buku tersebut masing-masing ditulis oleh Wiwik Hartati dan Ulul Azmi Umaroh.

Demikian dikemukakan Ketua Satupena Kabupaten Temanggung Wiwik Hartati ketika audiensi dengan Bunda Literasi Temanggung Ibu Panca Dewi, di kediamannya Rumah Pengayoman, Senin sore (4/5/26) kemarin.

Wiwik paparkan, buku yang ditulisnya berjudul “Gangsingan Imam” (Gasing Imam), dengan penerjemah Roso Titi Sarkoro dan ilustrator Dwi Nuryanto. Buku yang ditulis Ulul Azami Umaroh berjudul “Ulah Bocah Guci Pecah”. Bertindak sebagai penerjemah dan ilustrator adalah Hedi Santoso dan Charis Fuadi.

Bunda Literasi Panca Dewi yang juga istri Bupati Temanggung Agus Setiawan S.E, menyatakan sangat antusias dan mendukung rencana kegiatan peluncuran buku komunitas penulis Satupena. Menurutnya, buku yang akan diluncurkan selain mengangkat tema kearifan lokal daerah sendiri, juga tepat sebagai bacaan anak-anak didik usia dini.

Ia menambahkan, sebelum pindah ke Temanggung mengikuti suami, di Yogyakarta ia menjadi kutu buku dan kolektor buku. Menurutnya, pernah juga mencoba menjadi penulis, namun akhirnya ditinggalkan lantaran sibuk mengurus rumah tangga dan berbagai profesi. Jabatan sekarang dia menjadi Ketua Komisi A (Bidang Pemerintahan) DPRD Temanggung, sekaligus Ketua PKK Kabupaten setempat.

Kepada wartawan, Panca Dewi maupun Wiwik Hartati seusai audiensi, mengatakan waktu untuk peluncuran buku, masih akan ditentukan kemudian. Tempatnya, direncanakan di Pendapo Pengayoman Temanggung.

“Waktunya kami masih mencari hari-hari yang sela, tetapi kami usahakan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tandas Panca Dewi.

Dari awak Satupena yang ikut hadir dalam audiernsi, sore kemarin, selain Wiwik Hartati dan Ulul Azmi Umaroh, tampak ada aktivis Satupena Heni Susilowati, illustrator Dwi Nuryanto, dan Pengarah Satu Pena Temanggung Roso Titi Sarkoro. (subagyo/ss)

Berita Terkait

Top