UKM Jateng Sambut MTQ Nasional,
Pelaku UKM berfoto bersama dengan ketua Dekranasda dan wagub Jateng.(foto:ist)
Semarangsekarang.com (Semarang),- Galeri UKM Jateng di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, terus berbenah menjadi UKM Jateng Corner. Konsep penyajian dan produk unggulan yang ditawarkan pun berubah semakin baik.
Keberadaan gerai itu sekaligus dimanfaatkan untuk menangkap peluang pasar dari pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI, yang akan berlangsung di Kota Semarang pada 11–20 September 2026 di Simpanglima Semarang.
Beragam produk tersedia di UKM Jateng Corner. Mulai dari busana dan batik, makanan dan minuman, aksesori, hingga berbagai produk kreatif lainnya. Produk-produk tersebut ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau, bagi pengunjung dan penumpang yang berada di Bandara Ahmad Yani.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, mengatakan, momentum MTQ Nasional menjadi peluang untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk UMKM lokal, kepada peserta dan tamu dari berbagai daerah.
Menurutnya, posisi UKM Jateng Corner di area kedatangan Bandara Ahmad Yani cukup strategis. Peserta MTQ Nasional yang datang dari luar Jawa Tengah maupun berbagai pulau di Indonesia, diharapkan dapat berkunjung dan mengenal produk unggulan daerah yang tersedia di gerai tersebut.
Tidak hanya melalui UKM Jateng Corner, Dekranasda Jateng juga akan membuka stan pameran yang menampilkan beragam potensi kerajinan dari 35 kabupaten/kota selama pelaksanaan MTQ Nasional.
“Jadi ini juga dalam rangka berpartisipasi untuk MTQ. Selain nanti kita akan membuka stan, juga di sini (UKM Jateng Corner) nanti akan menyediakan beberapa souvenir untuk pengunjung MTQ di bulan September ini,” katanya, seusai peluncuran UKM Jateng Corner di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (1/9/26).
Nawal menjelaskan, UKM Jateng Corner merupakan hasil rebranding Galeri UKM Jateng yang telah beroperasi sejak 2019. Perubahan dilakukan tidak hanya pada nama, tetapi juga konsep penyajian dan jenis produk yang ditawarkan.
Sejumlah pembaruan dilakukan, mulai dari penataan dan tampilan produk, penambahan jenis produk, hingga penyediaan barang dengan harga menengah ke bawah, yang lebih menyesuaikan kebutuhan pengunjung.
Selain mengutamakan produk yang menarik secara visual, setiap produk yang ditampilkan juga membawa identitas dan kearifan lokal. Pelaku UMKM dapat menceritakan latar belakang maupun nilai yang terkandung dalam produk, melalui storytelling.
“Kita di sini ada tambahan makanan ya untuk oleh-oleh, juga minuman-minuman seduh nantinya akan kami hadirkan di sini. Kita juga menyiapkan bagaimana klien-klien di sini bisa menceritakan tentang story telling dari produk-produk UMKM yang ada,” beber Nawal. (Wahid/ss)







