Komunitas Khoja, Cina dan Arab Bersatu Meriahkan Puncak HUT RI ke 81
Mars MTQ XXXI Semarang ikut dilantunkan bersams menandai keberangkatan peserta Night Carnaval Purwodinatan 2026 di Purwodinatan. (Foto : Subagyo)
Night Carnaval di Jalan Pekojan
Semarangsekarang.com (Semarang),- Ada komunitas orang Khoja, Cina dan Arab, mereka secara bersama – sama berkolaborasi pada Night Carnaval Purwodinatan Semarang Tengah untuk memeriahkan puncak HUT Kemerdekaan RI ke 81 yang digelar oleh Kelurahan Purwodinatan, di Jalan Pekojan, Sabtu malam (5/9/26)
Lengkap dengan busana khas masing-masing komunitas, peserta Night Carnaval Purwodinatan pamer keindahan, kreatifitas dalam berbusana dan kelincahan dalam berkesenian, gerak tari dan berjoget di depan para juri dan kompak.
Mereka masing-masing komunitas mewakili disetiap RW di Kelurahan Purwodinatan, tampil memikat di depan para juri untuk dinilai sebagai peserta yang saling berebut meraih jadi juara.
Ada yang menampilkan kesenian dengan berjoget ria, disusul grup Warak kreasi warga dengan ukuran jumbo yang telah menjadi simbol Kota Semarang. Lalu, penampilan grup-grup menarik lainnya.
Dan, ada pula grup peserta yang menampilkan kesenian dari pulau Dewata Bali yang melekat dengan Kesenian Penjor dengan hiasan janur yang ditopang bambu menjulang tinggi dan melengkung yang melambangkan suatu kesejahteraan, kemakmuran bagi umat Hindu.
Warga sekitarpun tumblek blek di area penilaian juri sebelum para peserta Carnaval Night Purwodinatan diberangkatkan menyusuri sepanjang Jalan Pekojan, Petudungan, Jalan MT Haryono, menuju Bubakan dan kembali ke Jalan Pekojan.
Acara Night Purwodinatan dihadiri Lurah Purwodinatan Sudewi S.pt, Camat Semarang Tengah Abdul Haris Nur Hidayat S.Sos, anggota DPRD Kota Semarang Syahrul Qirom, perwakilan dari Dinas Pariwisata Kota Semarang.
Lurah Purwodinatan Sudewi mengaku senang dengan penampilan peserta Carnaval yang kreatif dan masing-masing grup saling kompak. Acara ini mengangkat kearif lokal budaya yang dimilikinya. (Subagyo/ss)







