Nasabah BMT BUS Gelar Demo di DPRD Jepara
Para pengunjuk rasa membawa poster berisi keluhaan dan harapan bantuan kepada DPRD Jepara. (foto:boedi)
Semarangsekarang.com (Jepara),- Puluhan Nasabah BMT Bina Ummat Sejahtera (BUS) mendatangi gedung DPRD Jepara, Senin (17/2/2025). Kedatangan mereka ke kantor DPRD, dipimpin penggiat sosial di Jepara Achmad Sholeh, bermaksud meminta bantuan anggota dewan untuk menyelesaikan masalah Tabungan yang sudah tidak bisa diambil sejak 2023.
Sebelum bertemu anggota dewan, para pendemo sempat melakukan orasi. Mereka menyuarakan harapannya agar uang yang ditabung di BMT BUS bisa segera diambil. Di samping itu mereka juga membawa spanduk, yang bertuliskan berbagai aspirasi. Seperti, Kembalikan Uang kami”, “Ubur-Ubur Ikan Lele, Kembalikan Uang Kami Le” , “Pak DPR , Pak Bupati, Pak Kapolres, Tolong Rakyat Kamu Pak!,” dan mereka juga membawa gambar Abdullah Yazid sebagai pendiri BMT BUS.
Menurut para pengunjuk rasa, uang nasabah yang tidak bisa diambil dari BMT BUS mencapai milyaran rupiah. Karena itu mereka berharap DPRD bisa menjembatani persoalan mereka agar bisa segera mencairkan uang yang mengendap di BMT BUS.
Setelah berorasi selama beberapa saat, para pengunjuk rasa, itu akhirnya diterima oleh ketua komisi A DPRD Jepara Muhammad Haidar Zaki Umar, Bersama Isman Mustafa Patamani (anggota komisi A) dan anggota komisi B Muhammad Adib dan Tri Budi Cahyono.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Haidar Zaki Umar mengatakan bahwa , DPRD akan memfasilitasi pertemuan para nasabah dengan pihak BMT BUS untuk menyelesaikan permasalahan ini. Tetapi para nasabah harus bersurat ke DPRD dengan fotocopy dokumen-dokumen yang dimiliki para nasabah. “Dengan dasar itu DPRD bisa memanggil pihak BMT BUS untuk dipertemukan dengan nasabah. Agar masalah ini bisa cepat selesai,” kata Haidar.
Di sisi lain, Tri Budi Cahyono meminta Masyarakat mengambil Pelajaran dari peristiwa aini. Ia beharap masyarakat bisa lebih berhati hati dalam menabung, mendepositokan ataupun menyimpan uangnya di lembaga keuangan. Dan lebih baik menyimpan tabungaannya, salah satunya di bank konvensional.
“Dan jangan terkecoh dengan iming iming yang menggiurkan seperti bunga tinggi dan lain-lain. Karena sudah banyak kejadian seperti ini”, harapnya. (boedi/ss).







