HNW Kutuk Keras Israel yang Sudah 3 Hari Tutup Masjid Al Aqsha,


Hidayat Nur Wahid (foto:ist)

Semarangsekarang.com (Jakarta),-  Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA mengecam keras kejahatan Israel yang telah terjadi  berulang, kali ini bahkan sudah 3 hari berturut-turut menutup Masjid alAqsha, seperti disampaikan  Imam dan Khathib Masjid alAqsha ; Syaikh Ikrimah Shabir dan Organisasi Persatuan Ulama Palestina yang disampaikan melalui platform X. Akibat dari penutupan itu umat Islam untuk kali pertama sepanjang masa, tidak bisa melakukan Shalat wajib maupun Shalat tarawih di dalam masjid alAqsha, kiblat pertama umat Islam itu.

Kejahatan itu dilakukan oleh Israel ketika negara zionis itu  bersama Amerika Serikat memulai  perang terhadap Iran, sehingga fokus perhatian umat teralihkan dari masalah penutupan Masjid Al Aqsha oleh Israel. Karenanya HNW sapaan akrabnya mengingatkan umat Islam dan negara-negara Islam, khususnya  Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar  tetap waspada, membela dan tidak melupakan nasib Masjid Al Aqsha yang menjadi target zionis Israel. 

Khusus untuk OKI, HNW berharap segera mengambil langkah konkret untuk membela dan menyelamatkan masjid Al Aqsha. Karena keselamatan masjid Al Aqsha juga akan berdampak pada penyelamatan Palestina. 

“Penutupan Masjid Al Aqsha selama tiga hari berturut-turut di bulan Ramadhan oleh Israel itu adalah tragedi, dan merupakan kejadian pertama kali sepanjang sejarah. Dan harusnya makin jadi perhatian publik, karena bersamaan dengan kembali dilanggarnya perjanjian damai ketika Israel  menutup perbatasan di Rafah sehingga bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza terhenti,” ujar HNW di Jakarta, Senin (2/3/26)

sekalipun yang sudah terlaksana tidak sampai sepertiga dari yang disepakati, kini bahkan tidak lagi dapat dimasukkan, dan penutupan masjid Al Aqsha itu juga beriringan dengan dilancarkannya serangan perang Israel dan AS ke Iran. Maka OKI seharusnya segera mengambil sikap kongkret sesuai latar belakang didirikannya, yaitu untuk menyelamatkan Masjid Al Aqsha dan memerdekakan Palestina. Agar penutupan masjid Al Aqsha segera diakhiri, masjid Al Aqsha bisa selamat dan dibuka kembali, dan umat Islam dapat leluasa menjalankan sholat wajib dan sholat tarawih di dalam masjid Al Aqsha,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (2/3/26).

OKI sebagai organisasi yang didirikan untuk membela Masjid Al Aqsha, kata Hidayat perlu fokus mengawal persoalan masjid Al Aqsha yang perkembangannya makin  mengkhawatirkan. Karena selain menangkap Imam dan Khatib Masjid Al Aqsha, Parlemen Israel (Knesset) juga sudah menyetujui pemindahan hak/administrasi pengelolaan Masjid Al Aqsha ke lembaga keagamaan Yahudi, dan kini Israel malah menutup masjid Al Aqsha secara total.

“Padahal, UNESCO yang merupakan lembaga resmi PBB telah menetapkan bahwa Masjid Al Aqsha merupakan warisan budaya umat Islam sejak 2016 lalu,” tukasnya. (mbo/ss)

Berita Terkait

Top