Lewat Nada dan Sedekah, Asri Band Galang Donasi Pembangunan Masjid


Warga Perumahan Jatisari Asri BSB galang dana pembangunan majid(foto : ist)

Semarangsekarang.com (Semarang),- Warga  Perumahan Jatisari Asri RW 6 Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen Kota Semarang, punya cara unik untuk mengumpulkan donasi pembangunan dan renovasi Masjid Al Ikhlas. Yaitu, melalui penampilan Asri Band, sebuah grup musik yang digawangi warga lokal perumahan.

Keberadaan Masjid Al Ikhlas sendiri semakin urgen, karena nyaris tak mampu lagi  menampung jamaah, yang jumlahnya terus bertambah. 

“Penggalangan donasi kali ini lewat Nada dan Dakwah oleh Asri Band, lokasi di komplek Pasar Jatisari,” kata Supriyadi, Ketua RW 6, Selasa (8/7/2025).

Kegiatan Nada dan Dakwah perdana digelar pada Minggu 6 Juli 2025, dengan durasi dari pukul 07.00-09.00 WIB. Asri Band yang terdiri dari Joko (gitar), Suyadi (bas), Budi (perkusi), Yuli (keyboard), Tion (gitar), Koko, Nano dan Dani (vokalis).

Musik yang dibawakan lagu-lagu oldies, rohani, dan pop pada umumnya menghibur para warga yang berbelanja di Pasar Jatisari. Aksi ini mendapat respon postif dengan warga berdonasim langsung di tempat.

“Upaya,  ini memudahkan warga yang hendak  berdonasi langsung, terbukti gelaran perdana ini sukses mengumpulkan dana sedekah sebesar Rp 4.408.000,” katanya.

Sebelumnya, Asri Band kerap melakukan aksi yang sama dengan menggalang vv untuk korban bencana alam seperti banjir Lombok, erupsi gunung dan lainnya.

“Selama ini Asri Band membantu menggalang donasi untuk eksternal dan sukses, kali ini sumbangsih untuk internal kebutuhan warga sendiri,” katanya.

Rencananya, program Nada dan Sedekah akan digelar setiap bulan sekali dengan lokasi tetap di Pasar Jatisari. Sesuai rencana anggaran belanja (RAB) pembangunan dan renovasi Masjid Al Ikhlas akan menelan biaya Rp 1,6 miliar. Proyek dikerjakan sejak tahun 2023 secara bertahap.

Mulai dari pembongkaran bangunan lama, pembuatan pondasi, cakar ayam dan pembuatan kubah masjid. Saat ini sedang berjalan pembuatan struktur balok lantai dua dan leher penyangga kubah.

Bendahara Panitia Pembangunan dan Renovasi Masjid Al Ikhlas, Adhi Wibowo menyampaikan, penggalangan donasi juga dilakukan melibatkan warga dengan sistem lelang di lingkungan dan penjualan merchandise.

Selama ini penggalangan swadaya donasi warga sekitar mampu mengoleksi setiap bulan Rp 30-35 juta perbulan dengan melalui koordinator dari RT dan pengajian ibu-ibu.

“Masjid dibangun karena jamaah makin banyak, dan kondisi bangunan sudah berusia 20 tahunan. Target jika lancar dua tahun selesai, Insyaallah 2027,” katanya. (Subagyo/ss)

Berita Terkait

Top