Petugas Irigasi Tagih Janji Gubernur
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno ikut membentangkan poster berisi tuntutan masa aksi dari FKPI. (foto:ist)
Semarangsekarang.com (Semarang),- Ratusan massa dari Forum Komunikasi Petugas Irigasi (FKPI) Jateng, yang turun aksi di halaman kantor gubernur, Selasa (19/8/2025). Mereka meminta kejelasan status kepegawaian mereka, setelah pada Mei lalu beraudiensi dengan Gubernur Ahmad Luthfi. Saat itu Lutfi menegaskan dua hal, bagi petugas pintu air. Petugas irigasi harus tercover BPJS dan ada jaminan kerja setelah pertemuan tersebut.
Sementara itu Kuasa hukum FKPI, Zaenal Petir, menambahkan petugas irigasi masih berharap ada gaji bulanan serta jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan.
“Selama ini mereka menjaga irigasi dengan biaya pribadi. Harapannya ada kepastian,” ucapnya.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menemui Massa FKPI Jateng, yang turun melakukan aksi damai di halaman kantor gubernur Jateng. Sumarno menyebut Pemprov sudah menyampaikan data ribuan petugas pintu irigasi ke Kementerian PAN-RB dan BKN.
“Kami sudah melangkah, surat dan data panjenengan semua sudah kami teruskan. Ada sekitar 2.640 orang yang sedang dalam proses verifikasi,” kata Sumarno di hadapan massa aksi
Selain itu, Sumarno juga menjelaskan tentang kelanjutan janji gubernur yang akan memberi jaminan kesehatan atau BPJS.
“Terkait BPJS, kami sudah alokasikan di Perubahan APBD 2025. Tinggal menunggu evaluasi Kemendagri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro menambahkan alokasi dalam Perubahan APBD 2025 mencakup seluruh petugas irigasi.
“Total nilainya itu Rp1,75 miliar, untuk membiayai seluruh PPA ini baik yang dibiayai APBN maupun APBD. Ada 2.600 sekian jadi semua sudah dialokasikan dan mudah-mudahan terhitung Agustus sudah bisa kita bayarkan,” ujarnya. (wahid/ss)







