DPRD Dukung Dana Operasional RT Rp 25 Juta Cair Sebelum Lebaran
Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman, berharap dana RT cair sebelum lebaran. (foto: istimewa/SS)
Semarangsekarang.com— Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengatakan pencairan dana bantuan operasional RT sebesar Rp 25 juta agar sebelum lebaran perlu dicairkan. Ini penting agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan tradisi pasca-lebaran, seperti halalbihalal maupun haul tokoh atau leluhur yang telah menjadi tradisi di lingkungan warga.
“Kami mendorong agar dana bantuan operasional RT sebesar Rp 25 juta per RT dapat dicairkan sebelum Lebaran 2026 karena di masa lebaran ini, ada kegiatan masyarakat seperti halalbihalal dan haul sesepuh warga,” ujar Pilus, sapaan akrabnya pada Rabu (11/03/2026).
Menurut Pilus, pada periode sebelumnya dana bantuan operasional RT biasanya cair tepat waktu. Tetapi, bila tahun ini pencairannya terlambat, masyarakat dikhawatirkan harus mencari dana talangan terlebih dahulu untuk membiayai kegiatan warga.
“Warga harus mencari talangan terlebih dulu, meskipun nanti setelah dana turun bisa diganti,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan tersebut, menilai keterlambatan pencairan berpotensi memicu gejolak di masyarakat serta menurunkan kepercayaan terhadap program bantuan Rp 25 juta per RT.
Tunggu kajian fiskal
Terpisah, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyatakan pemerintah kota masih mengevaluasi kesiapan fiskal daerah sebelum memutuskan waktu pencairan dana operasional RT tersebut.
Pemkot mempertimbangkan kebutuhan anggaran sekitar Rp 280 miliar serta realisasi pendapatan daerah sebelum mengambil keputusan.
“Kami tanya terlebih dahulu apakah fiskal kita ini siap untuk mengeluarkan uang Rp 280 miliar pada masa lebaran. Katanya, mau dipakai untuk halal-bihalal, permintaan masyarakat sebagian demikian. Lalu, sisanya akan dipakai untuk acara Agustusan,” ujar Agustina, beberapa waktu lalu.
Ia memastikan keputusan terkait pencairan dana bantuan operasional RT akan diumumkan sebelum lebaran setelah kajian fiskal selesai dilakukan. “Pastinya, sebelum Lebaran akan kita umumkan, apakah BOP-nya itu kita keluarkan pada bulan Maret atau tidak,” tandasnya. (subagyo-SS)







