Semarang Gelar Kontes Batu


Brigjen Pol Pratama zecara simbolis menyerahksn kunci sepeda motor kepada panitia untuk juara umum. (Foto : ist)

Semarangsekarang.com  (Semarang),- Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Brigjen Pol M. Pratama Adhyasastra, S.I.K., S.H., M.H berharap Kontes dan Pameran Batu Nusantara, Pirus, dan Permata bisa digelar setiap tahun di Kota Semarang. Pasalnya, event yang menghadirkan para kolektor batu se-Indonesia itu mampu mengembangkan UMKM dan perbatuan Gemstone di Jawa Tengah.

Hal itu  diungkapkan Brigjen Pol M Pratama Adhyasastra, S.I.K., S.H., M.H saat mengunjungi Kontes dan Pameran Batu Nusantara, Pirus dan Permata di Gedung Rimba Graha  9 Mei 2026.

Dalam kunjungan itu, Brigjen Pol Pratama didampingi Wadansat Brimob Polda Jateng, AKBP Eko Budiman SIK MIK MSi melihat kontes batu mulai dari batu bacan, pirus, batu motif gambar, batu garut dan sejumlah batu lainnya.
Seusai keliling melihat dari dekat stand batu, Brigjen Pol Pratama menyerahkan sepeda motor kepada Ketua Panitia, Sofani untuk hadiah bagi juara umum.

”Kami senang, animo peserta dan masyarakat cukup banyak. Event ini sangat bagus, sehingga kalau bisa digelar setiap tahun di Semarang. Event ini bisa menjadi ajang pemersatu warga terutama antarpedagang dari seluruh Indonesia. Selain itu juga menghidupkan perekonomian khususnya UMKM. Kami mengapresiasi panitia yang telah bekerja keras sehingga agenda kontes sukses,” kata Brigjen Pol M. Pratama.

Menurut Pratama, Indonesia sangat kaya akan sumber alam berupa batu mulia yang kualitasnya sangat bagus. Ada Batu Garut, Batu Bacan, Batu Fokay, Batu Cempaka, Batu Anggur, Batu Kinyang, Batu Chalcedony, Batu Amethys/Kecubung, Batu Sisik Naga, Batu Kalimaya, Batu Pandan, Batu Garut, Batu Cempaka, Batu Baturaja, Batu Idocarase, Batu Klawing, Batu Anggur, Batu Nabire.

Sementara itu, Ketua Panitia Kontes, Sofani mengatakan, tujuan kegiatan untuk melestarikan pusaka budaya Indonesia, batu akik nusantara, batu permata, pirus dan benda antik nusantara.

Selain itu juga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif bagi para pelaku usaha di bidang ini.

”Dari segi edukasi, kami ingin meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat, terutama generasi muda, mengenai sejarah, filosofi, dan seni di balik. benda-benda pusaka. Sedangkan dari segi ekonomi, kami mendorong transaksi dan memperluas jaringan pasar bagi para pedagang UMKM, pengrajin, dan kolektor,” katanya.

Ketua Paguyuban Batu Akik, Permata, Pusaka, Antikan dan Seni Kota Semarang, Drs Ahmad Muhaimin SIKom MPd MH mengatakan, pihaknya mengapresiasi panitia karena kegiatan berjalan sukses.
Dia menyatakan siap jika Kota Semarang dipercaya kembali menggelar event nasional tersebut. (subagyo/ss)

Berita Terkait

Top