Satupena Kota Semarang akan Terbitkan Buku Antologi Puisi tentang Anak
Buku antologi puisi berjudul “Anakku Harapanku”. (foto:ist)
Semarangsekarang.com (Semarang),- Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena Kota Semarang, Jawa Tengah, akan menerbitkan buku antologi puisi berjudul “Anakku Harapanku”. Buku setebal kurang lebih 150 halaman ini memuat puisi-puisi yang bertema seputar anak Indonesia, baik menyangkut kehidupannya, cita-cita, suka dukanya, di mana ditulis sesuai perspektif para penyairnya.
Ketua Satupena Kota Semarang Dr. Fadjar Setiyo Anggraeni, S.E., M.Si., Ak, CA, ACPA mengatakan, para penyair yang terlibat dan berpartisipasi dalam antologi ini adalah Adnan Ghiffari, Alem Savero Reyhan, Burhan Ali Setyawan, Christian Heru Cahyo Saputro, F.S.
Anggraeni, Fredy Purnomo, Gunoto Saparie, Hanifah Albary, Marlin Monas, Maya Dewi, Merry Naufa, Mohammad Agung Ridlo, Linda Mutiara Lumban Tobing, Rina Utiastuti, dan Tri Dewi Nugrahini. Mereka selama ini aktif dalam kegiatan literasi dan menjadi pengurus Satupena Kota Semarang. Selain itu juga ada yang menjadi pengurus Satupena Provinsi Jawa Tengah.
“Menurut rencana, insyaallah, buku antologi puisi tentang anak ini akan diluncurkan dan didiskusikan besok pada hari Rabu, 23 Juli 2025. Kemungkinan tempatnya di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang,” katanya.
Menurut Fadjar, buku berjudul “Anakku Harapanku” ini bukan sekadar kumpulan puisi. Ia adalah cermin cinta dan refleksi jiwa para penulis yang berasal dari beragam latar profesi, usia, dan pengalaman. Dalam larik-larik yang tersusun di buku ini, hadir suara para ibu, ayah, guru, pemikir, dan pembelajar kehidupan yang ingin menyampaikan satu hal: bahwa anak-anak kita bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga penerang masa depan yang harus dijaga, dipeluk, dan ditumbuhkan dengan nilai.
Satupena Kota Semarang, demikian Fadjar, merasa bangga dapat menghimpun karya-karya puisi bermakna ini dalam satu antologi. Puisi bisa menjadi medium edukasi, advokasi, dan kontemplasi. Terlebih dalam momentum Hari Anak Nasional 2025, buku ini hadir sebagai persembahan literasi untuk memperkuat relasi emosional antara orang tua dan anak, dan memperluas ruang dialog budaya di tengah masyarakat yang semakin dinamis. (subagyo/ss)







