Iswar Dorong ITMI Aktif Perjuangkan Hak Warga Tunanetra


Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminudin foto bersama peserta Muswil V ITMI Jawa Tengah. (Foto : ist)

Semarangsekarang.com (Semarang),- Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mendorong Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Jawa Tengah dan Kota Semarang berperan aktif memperjuangkan hak serta kebutuhan warga tunanetra.

Pesan tersebut disampaikan Iswar saat membuka Al-Qur’an Braille Camp yang dirangkai dengan Musyawarah Wilayah (Muswil) V ITMI Jawa Tengah dan Seminar Wawasan Kebangsaan di Asrama Haji Semarang, Sabtu (26/9/26).

“Saya ingin agar kemudian ITMI Jawa Tengah Kota Semarang punya peran aktif untuk memperjuangkan kepentingan panjenengan sebagai warga negara,” kata Iswar.

Menurut Iswar, ITMI memiliki peran strategis sebagai organisasi yang menaungi warga tunanetra sekaligus komunitas muslim. Muswil dapat menjadi ruang untuk menghimpun aspirasi anggota dan menyampaikannya kepada pemerintah, termasuk terkait kebutuhan aksesibilitas di ruang publik.

Iswar menegaskan, pemenuhan hak warga tunanetra merupakan bagian dari pembangunan yang inklusif. Setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Panjenengan memiliki kewajiban dan hak yang sama dengan warga negara yang lainnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi fasilitas publik yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, keberadaan guiding block perlu didukung penataan ruang publik yang memperhatikan kebutuhan penyandang tunanetra, termasuk dengan memberikan edukasi kepada instansi pemerintah maupun swasta.

Dalam aspek transportasi, Iswar menyampaikan rencana kehadiran 27 unit bus low deck di Kota Semarang. Armada tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Pemerintah Kota Semarang juga terus melakukan pengembangan layanan transportasi publik; layanan Trans Semarang tercatat menjadi bagian dari pengaturan mobilitas kota dalam berbagai agenda besar sepanjang September 2026.

Sementara itu, Seminar Wawasan Kebangsaan dalam rangkaian kegiatan ITMI menjadi ruang penguatan pemahaman kebangsaan bagi peserta. “Tidak hanya membutuhkan kemampuan dan pengetahuan, tetapi juga semangat kebersamaan, toleransi dan kecintaan terhadap Indonesia,” kata Iswar.

Rangkaian kegiatan Al-Qur’an Braille Camp, Muswil V ITMI Jawa Tengah, dan Seminar Wawasan Kebangsaan diikuti sekitar 160 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi forum pembelajaran, penguatan organisasi, serta penghimpunan aspirasi warga tunanetra di Jawa Tengah. (subagyo/ss)

Berita Terkait

Top