PMI Jepara Tolak Sas-sus Soal Pemaksaan Donasi
Saat klarifikasi berlangsung, dari ujung Arif Darmawan (merah) , Sutedjo ketua PMI (putih) Hasanudin ( hitam) Ketua bid. Organisasi dan Fatchur Rohman (putih) bendahara, depannya Djoko T Purnomo (hijau) dan Kartini (hijab) dari konsorsium CSR dan ODGJ Unity (foto : Boedi)
Semarangsekarang.com (Jepara),- Ketua Cabang Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara, Sutejo S. Sumarto, menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan instruksi atau menetapkan target iuran kepada penerima bansos. Selain itu semua kontribusi yang masuk ke PMI, bersifat sukarela, bukan paksaan.
“Segala kontribusi untuk PMI bersifat sukarela, tidak ada unsur pemaksaan. Ini sejalan dengan nafas PMI yang bergerak di bidang kemanusiaan untuk membantu masyarakat tanpa paksaan,” ujar Sutejo, saat memberikan klarifikasi terkait simpang siur sas-sus pungutan donasi sebasar Rp 5.000 kepada warga Desa Bangsri Kecamatan Bangsri Kabupaten, Jepara. Klarifikasi, itu disampaikan di kantor PMI Jepara Jl. Jepara-Bangsri Kuwasen Kecamatan Jepara, Senin (23/12/2024),
Menurut Sutejo, PMI Jepara aktif di berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Seperti; membantu membangun rumah korban bencana, menyediakan kursi roda untuk penyandang disabilitas, mengorganisir donor darah secara rutin, hingga memberikan logistik pada penanggulangan bencana.
“Dana yang kami terima dari masyarakat, termasuk kontribusi sukarela, digunakan sepenuhnya untuk mendukung program-program sosial kemanusiaan yang terus digalakkan,” ungkap Sutejo.
Pendapat serupa disampaikan sekretaris PMI Jepara Arif Dharmawan. Dia mengatakan bahwa, seluruh pungutan dana dari masyarakat sifatnya sukarela. Baik itu penggalangan dana di bulan dana PMI maupun hari-hari yang lain.
“Pungutan donasi dari masyarakat sifatnya tidak memaksa, apalagi masyarakat penerima bansos, tidak ada instruksi seperti itu dari PMI,” katanya.
Bahkan, PMI tidak pernah mentarget penerima bansos untuk memberikan iuran. PMI berdiri untuk membantu, bukan membebani.
Pada acara tersebut, hadir pembina Konsorsium LSM dan ODGJ (Opurtunity Diversifikasi Growth Jepara) Unity, Dr. Djoko T Purnomo MM. MH. Djoko mengapresiasi respons terbuka dan transparan PMI dalam menanggapi isu tersebut.
“Kami hadir untuk memastikan kebenaran, jika memang sifatnya sukarela, itu lebih tepat. PMI memiliki peran besar dalam membantu masyarakat, sehingga dukungan masyarakat sangat dibutuhkan,” jelas Djoko.
PMI sebagai lembaga kemanusiaan kata Djoko memiliki tanggung jawab besar memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama korban bencana. Pada kesempatan itu, Djoko juga mengusulkan, agar PMI melakukan Pelaporan Kegiatan secara Kontekstual, menyusun laporan terperinci terkait pelaksanaan programnya, sehingga masyarakat mengetahui hasil nyata kontribusi mereka.
PMI perlu memanfaatkan Mal dan Ruang Publik untuk Sosialisasi, bekerja sama dengan pusat perbelanjaan menyosialisasikan program dan kegiatan mereka. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang misi PMI. Selain itu PMI perlu memberikan pelatihan kepada relawan untuk memperkuat kapasitas di lapangan, dan lebih siap dalam menangani berbagai situasi darurat.
“PMI perlu melakukan musyawarah oerencanaan orogram bersama Bapeda dan Petinggi untuk membahas program, kegiatan, dan metode pengumpulan sumbangan dalam rangka bulan dana PMI,” kata Dr. Djoko T Purnomo MM. MH. (boedi/ss).







