Kepengurusan Satupena Kota Semarang Masih Digodok


Suasana rapat prapersiapan pembentukan Satupena Kota Semarang yang dipimpin oleh Kabid Pengembangan dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Dinarpus Kota Semarang Titik Suharni SH MSi (kiri). (foto; istimewa)

Semarangsekarang.com – Susunan pengurus Perkumpulan Penulis Indonesia “Satupena” Kota Semarang, Jawa Tengah, periode 2024-2029 masih digodok oleh tim formatur yang diketuai oleh Dr Fadjar Setiyo Anggraeni, SE MMAk dengan anggota Dr Ir Mohammad Agung Ridlo MT dan Adnan Ghiffari ST.

Direncanakan pengurus Satupena Kota Semarang telah tersusun dalam bulan ini untuk mendapatkan surat keputusan dari Satupena Jawa Tengah.

Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie BSc SIKom. seusai rapat prapersiapan pembentukan Satupena Kota Semarang yang dipimpin Kepala Bidang Pengembangan dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Dinarpus Kota Semarang Titik Suharni SH MSi, mengatakan, Satupena Jawa Tengah menyatakan terima kasih dan mengapresiasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.

Hal ini karena pembentukan Satupena Kota Semarang sepenuhnya difasilitasi oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang. Direncanakan pengukuhan pengurus Satupena Kota Semarang akan dilaksanakan besok tanggal 25 April 2024.

“Sampai saat ini Satupena tingkat kabupaten/kota yang telah terbentuk baru Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Blora, Kabupaten Cilacap, dan Kabupaten Karanganyar. Semoga kabupaten/kota lain segera menyusul, seperti Kudus, Sukoharjo, Pekalongan, Kendal, Boyolali, dan Banjarnegara yang mulai merintis pembentukan pengurus,” kata Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah ini.

Sekretaris Umum Satupena Jawa Tengah Mohammad Agung Ridlo menambahkan, saat ini tim formatur yang dibentuk sedang menginventarisasi nama-nama calon pengurus Satupena Kota Semarang. Setelah itu mereka akan dihubungi untuk dikonfirmasi kesediaannya.

“Namun, tidak tertutup kemungkinan jika ada penulis yang tertarik menjadi pengurus Satupena Kota Semarang bisa menghubungi Adnan Ghiffari di nomor +62 899-2570-733. Tetapi penulis tersebut harus tinggal di Semarang,” ujarnya. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top