Dishub Semarang Siapkan 250 Personel Terbagi Tiga Shift
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan. (foto: istimewa/SS)
- Persiapan Mudik Lebaran 2026
Semarangsekarang.com – Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan, sebanyak 250 personel Dishub dikerahkan pada musim mudik Lebaran 2026 yang akan dibagi dalam tiga shift.
“Personel kita ada 250 yang siaga pada saat arus mudik berdatangan melintas di Kota Semarang dan personil itu dibagi tiga shift, ada yang di posko mandiri yang kita bikin yakni di Banyumanik, pusat kota, terminal dan posko ATCS di kantor Dishub,” ujar Danang, Sabtu (14/03/2026).
Danang mengatakan, petugas dari Dishub Kota Semarang juga diminta untuk bergabung dengan posko yang dibuat oleh Polri di Gerbang Tol Kalikangkung dan di kawasan Simpang Lima, kemudian posko yang dibuka di Bandara Ahmad Yani, dan posko di Stasiun Semarang Tawang.
“Kita juga bantu untuk penempatan personel di Bandara, Stasiun Semarang Tawang, Simpang Lima dan GT Kalikangkung,” tuturnya.
Guna memperlancar arus mudik maupun arus balik Lebaran, Dishub juga berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terutama Satlantas Polrestabes Semarang guna membantu pengamanan lalu lintas di tengah kota.
“Posko sudah dibuka, kita koordinasi dengan Satlantas terutama terkait titik kemacetan karena ada 3 fase yakni arus mudik atau sebelum lebaran, pada hari H, dan arus balik, setelah Lebaran,” terangnya.
Mid night sale
Meski demikian, di tengah kota sudah mulai dirasakan kepadatan arus lalu lintas terutama di kawasan pusat perbelanjaan karena memang ada beberapa pusat perbelanjaan yang menggelar mid night sale.
“Ada beberapa mal yang menggelar mid night sale dan ini jadi perhatian kami untuk pengaturan lalu lintas dan rekayasa lalu lintasnya,” terangnya.
Danang mengatakan, jika terjadi penumpukan atau kepadatan lalu lintas, pihaknya akan melakukan penguraian jarak jauh melalui ATCS. Namun, jika sudah tidak bisa teratasi maka petugas akan diturunkan ke titik-titik kepadatan kendaraan.
“Terkait libur, dan Semarang jadi kota transit atau jujugan pemudik maka daerah yang nantinya akan ada lonjakan masyarakat sudah kita petakan seperti, di pusat kota, pusat perbelanjaan, tempat makan, tempat belanja dan itu tidak jauh dari pos yang sudah kita tempatkan. Kami siap monitoring,” jelasnya.
Danang mengatakan, Dishub melakukan pemantauan melalui koordinasi lewat ATCS dan kepolisian. Bila tidak bisa diurai dengan sistem ya kita manual turun lokasi kita lakukan rekayasa lalu lintas ,” tandasnya. (subagyo-SS)







