37 Tahun USM, Rektor : 50 ribu alumni, 19 ribu Mahasiswa dan 13 Paten Hasil Karya

Rektor USM Dr Supari didampingi Kepala Prodi FH USM Dr Kukuh Sudarmanto dalam acara Talkshow. (foto : ist)
Semarangsekarang.com (Semarang),- Rektor Universitas Semarang (USM), Dr. Supari, S.T.,M.T. menegaskan, lembaga yang dipimpinnya tidak hanya merespons apa yang terjadi. Tetapi USM juga menjadi institusi yang berdiri di depan, menjadi penentu atau aktor perubahan.
Menurut Supari, dirinya setuju dengan pemikiran Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip, Prof. Sudharto P Hadi, MES, PhD. Perguruan tinggi tidak hanya berfikir dan bertindak untuk memenuhi kebutuhan pasar (market driver). Namun bisa menjadi pusat pemikiran dalam mengatasi persoalan lokal, nasional, regional, maupun internasional.
“Jadi, USM bukan hanya market driver yang disetir oleh kemauan masyarakat, tapi USM turur menentukan mau dikemanakan masyarakat ini”. kata Supari saat menjadi narasumber dalam Talkshow Rektor Menyapa. Acara tersebut berlangsung di Studio Radio USM Jaya, Gedung N USM pada Selasa (2/7/2024). Talkshow dipandu penyiar Radio USM Jaya, Redo Tanimbar dan Elsa Safira. Tema yang diangkat adalah ”37 Tahun Universitas Semarang.
Menurut Supari, sumbangsih solusi terhadap persoalan tersebut sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yaitu, dengan memberikan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa namun juga dosen sehingga lebih dapat dirasakan oleh masyarakat.
”Selain itu, selama 37 tahun berdiri, USM selalu berpikir terbuka, adaptif, bergerak lincah sekaligus waspada menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi baik perubahan kultural masyarakat akibat kemajuan teknologi maupun dinamika regulasi-regulasi di atas regulasinya USM,” ujarnya.
Dia mengatakan, USM telah melakukan berbagai upaya antara lain mengembangkan sistem informasi terpadu, sisten penunjang proses belajar mengajar, publikasi dan hubungan masyarakat, sistem penerimaan mahasiswa baru, penjaminan mutu, serta pengembangan networking dengan mitra-mitra internasional termasuk tranformasi sistem penganggaran.
”Kami berpendapat, saat ini adik-adik tidak bisa hidup tanpa HP, disamping masih memberdayakan media cetak, radio, TV, kita ada News Pool, Humas yang diseriusi untuk menyikapi perubahan kultur di masyarakat dengan medsos,” ucapnya.
Dalam talkshow tersebut, Supari mengaku sejak didirikan pada 1987 dengan nama Politeknik Semarang hingga 1993 bertransformasi menjadi Universitas Semarang telah memiliki banyak capaian prestasi dan menunjukkan peningkatan serta perkembangan.
Perkembangan tersebut mulai dari jumlah fakultas dan program studi yang menambah dengan dosen yang berkompeten dibidangnya, memiliki 19 ribu mahasiswa aktif, hampir 50 ribu alumni, hingga percepatan pembangunan di segala lini, baik fisik maupun akademik, serta fasilitas yang kian bertambah.
Tak hanya itu, katanya, USM telah memamerkan 13 paten hasil karya dosen USM hingga mendirikan dan Museum USM yang berisi kumpulan cerita, dokumen, relief berdirinya USM pada Puncak Dies Natalis Ke-37 tepatnya Selasa (25/6/2024) lalu.’
‘USM sudah 37 tahun berdiri, beroperasi dan makin konsen meningkatkan kualitasnya termasuk kualitas kontribusinya dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi Kota Semarang, Jawa Tengah, dan Indonesia. Oleh karena itu, mari kita bekerja sama untuk meningkatkan kualitas, untuk kesejahteraan kita bersama. Maka jangan ragu-ragu untuk bergabung di USM,” tandasnya. (subagyo/ss)