UAD Gelar SAMAWA #35: “Pak Minto (Tak) Purna Berkarya


Peluncuran antologi puisi Ketawang Tunggal Jiwa, dilaksanakan di tengah acara Diskusi dan Apresiasi Seni Budaya SAMAWA #35. (foto:ist)

Semarangsekarang.com (Yogyakarta) – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Komunitas Seni Budaya Profetik (KOSBATIK) serta  HISKI Komisariat UAD menggelar Diskusi dan Apresiasi Seni Budaya SAMAWA #35 bertajuk “Pak Minto (Tak) Purna Berkarya”, Senin (26/10/26), di Amphitarium Kampus IV UAD, Yogyakarta.

Kegiatan bertema “Menyalakan Kata, Merawat Tradisi, Menghidupkan Sastra” ini menjadi bentuk penghargaan kepada Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, penyair dan guru besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yang genap berusia 70 tahun pada hari itu dan memasuki masa purnatugas pada 1 November 2026.

Apresiasi ini juga memiliki makna historis karena Suminto pernah menjadi bagian penting di lKIP Muhammadiyah Yogyakarta dalam membangun perannya di bidang sastra. IKIP Muhammadiyah Yogyakarta yang kini berkembang menjadi UAD mewarnai perjalanan sastra di Yogyakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Acara meliputi peluncuran antologi puisi Ketawang Tunggal Jiwa, dua buku testimoni, yang memuat penyampaian kesaksian murid dan kolega, serta pergelaran sastra.

Melalui kegiatan ini, UAD dan para mitra menegaskan bahwa purnatugas bukan akhir pengabdian: jabatan boleh berakhir, tetapi gagasan dan karya sastra terus hidup lintas generasi. (subagyo/ss)

Berita Terkait

Top