Dinkes Jateng Siap Siagakan Tetap Sehat Hadapi Bencana
Para peserta acara Field Training Exercise (GTX) buku pedoman pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan Jawa Tengah (Jateng Siaga Sehat), dalam Salam Kesehatan, Selasa (14/05/2024). (foto: subagyo/SS)
Semarangsekarangcom – Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Sujarwanto Dwiatmoko menyebut bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah Jawa Tengah secara umum bagus. Dan siaga sehat ini, lebih luas lagi, tidak harus menunggu bencana atau kondisi darurat, karena kita harus selalu sehat.
“Kesiapsiagaan sehat itu tidak harus menunggu bencana atau kejadian luar biasa seperti peristiwa Covid-19 beberapa tahun lalu. Sebab kesiapsiagaan sehat itu, kita harus selalu sehat dan sehat,” kata Sujarwanto Dwiatmoko, pada acara Field Training exercise (GTX) buku pedoman pelaksanaan penanggulangan krisis kesehatan Jawa Tengah (Jateng Siaga Sehat), Selasa (14/05/2024) kemarin.
Ia mengatakan kesiapsiagaan sehat itu penting, hal ini menjadi sumber daya manusia dalam komponen membangun bangsa. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah telah membangun menjadi konsep yang sudah lama sistemnya.
“Dan, sekarang konsep tersebut harus dimatangkan dan didestimasikan proses-prosesnya
melalui tokoh-tokoh dan dilatih di lapangan siaga sehat sehingga sehat itu senantiasa mendukung dalam menghadapi bencana atau situasi darurat,” ucapnya.
Koordinator AIHSP Jateng Dr Hartanto menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat respon cepat. Bencana itu ada bencana alam dan bencana non alam
Bencana non alam, sambung Hartanto muncul wabah penyakit Covid-19 dan bencana alam seperti gunung meletus, gempa, tsunami, banjir.
“Kejadian banjir itu tidak banjir saja tetapi muncul penyakit yang disebabkan oleh tikus (leptospirosis), gigitan ular ada persediaan air bersih yang dan dampaknya bermacam-macam,” katanya.
Maka Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) dan selanjutnya dipraktekkan dalam kesiapsiagaan sehat menghadapi kejadian-kejadian darurat dan bencana.
Lalu kegiatan-kegiatan Dinkes Jawa Tengah yang didukung management Universitas Gajahmada ini ditindaklanjuti oleh Dinkes kabupaten/kota.
Pendampingan korban
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jawa Tengah dr Irma Makiah mengatakan, Dinkes Jateng memberikan edukasi pendampingan kepada korban pada saat terjadi peristiwa bencana. Bencana tersebut seperti pada saat terjadi banjir beberapa waktu lalu.
Pendampingan tersebut seperti saat warga tertimpa bencana maka ada-anak korban bencana agar tidak mengalami trauma berkepanjangan perlu memperoleh pendampingan agar psikis anak tetap terjaga dan tidak timbul trauma.
Tugas Dinas Kesehatan Jawa Tengah, menurut Irma memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat yang mengalami musibah bencana sehingga tidak menimbulkan trauma kepada korban bencana. (subagyo-SS)







