DPRD Semarang Usul Evaluasi SDN Kekurangan Murid
Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang berbincang dengan Kepala SDN Kalibanteng Kidul 01 Rumiyati dalam acara dewan sidak. (Foto : ist)
Semarangsekarang.com (Semarang),- DPRD Kota Semarang, melakukan inspeksi mendadak pelaksanaan SPMB di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, Senin (15/6/26). Pada kunjungan tersebut anggota DPRD menemukan sejumlah Sekolah Dasar Negeri yang minim peminat. Sementara sekolah lain justru kelebihan pendaftar.
“Kami mengusulkan evaluasi terhadap SD Negeri yang setiap tahun mengalami kekurangan murid dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB),” kata Mualim kepada wartawan.
Menurutnya, evaluasi dapat berupa regrouping atau penggabungan sekolah dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan jumlah peserta didik. Evaluasi perlu dilakukan karena pada tahun sebelumnya masih ditemukan sejumlah Sekolah Dasar Negeri yang minim peminat.
“Kalau memang ada sekolah yang setiap tahun kekurangan murid, tentu harus dievaluasi. Apakah nanti digabung atau seperti apa, semuanya harus melalui kajian yang matang,” ujarnya.
Mualim menandaskan, penutupan atau penggabungan sekolah tidak bisa dilakukan secara instan karena harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Menurutnya, sekolah yang saat ini sepi murid belum tentu mengalami kondisi serupa pada tahun berikutnya.
Selain evaluasi sekolah minim siswa, Komisi D juga meminta Dinas Pendidikan Kota Semarang memetakan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi untuk penambahan ruang kelas maupun sekolah baru. Langkah itu dinilai penting agar ketimpangan jumlah siswa antar sekolah dapat ditekan.
Mualim menambahkan, untuk sementara siswa yang tidak diterima di sekolah tertentu dapat diarahkan ke sekolah negeri terdekat yang masih memiliki kuota.
Selain itu, sekolah swasta juga diminta ikut menampung siswa yang belum tertampung di sekolah negeri. “Komisi D berharap pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar tanpa polemik serta tetap mengedepankan transparansi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di salah satu sekolah favorit yaitu SDN Kalibanteng Kidul 01 Kota Semarang mengalami lonjakan peminat. Hingga proses pendaftaran berlangsung, sekolah tersebut mencatat sebanyak 106 calon siswa mendaftar, melebihi kuota yang tersedia.
Kuota 84 siswa
Kepala SDN Kalibanteng Kidul 01, Rumiyati, mengatakan sekolahnya hanya membuka tiga rombongan belajar (rombel) dengan total kuota 84 siswa. Setiap rombel nantinya diisi maksimal 28 siswa. “Pendaftarnya ada 106 anak. Rencananya tiga kelas, jadi kuotanya 84 siswa,” ujar Rumiyati.
Menurutnya, calon siswa yang tidak diterima nantinya masih memiliki kesempatan mendaftar di sekolah lain yang kuotanya belum terpenuhi. Pihak sekolah juga akan memberikan informasi terkait sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid.
“Nanti kan ada pengumuman, ada cadangan dan lain-lain. Kalau memang belum diterima, ya bisa mencari sekolah lain yang masih kosong. Kami juga menginfokan sekolah yang masih kekurangan siswa,” katanya.
Ia menuturkan, kondisi serupa juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan pada SPMB tahun lalu jumlah pendaftar sempat mendekati 200 siswa. “Tahun sebelumnya malah melebihi kuota, hampir 200 pendaftar. Pilihan satu dan pilihan dua juga banyak,” jelasnya.
Rumiyati menyebut jalur zonasi masih menjadi jalur yang paling banyak diminati calon siswa. Selain itu, pendaftaran juga datang dari jalur mutasi, prestasi, dan afirmasi.
Terkait sistem pendaftaran online, ia menilai mekanisme tersebut memudahkan masyarakat maupun pihak sekolah dalam proses penerimaan siswa baru. “Sekarang sudah canggih. Sistem online seperti ini enak dan tidak menyusahkan sekolah,” pungkasnya. (subagyo/ss)







