Diguyur Hujan Deras Kebakaran di TPA Jatibarang Padam Total
Water bombing dari helikopter BPBD ketika mengguyur TPA Jatibarang beberapa waktu lalu, sebagai usaha membantu melakukan proses pemadaman. (foto: dok istimewa)
Semarangsekarang.com – Begitu Kota Semarang Jumat malam diguyur turun hujan dan hujan dengan intensitas cukup deras hampir merata terjadi di Semarang, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengucap kata syukur.
Hujan deras yang diharapkan usai cuaca panas yang cukup panjang akhirnya turun juga dan tentunya menjadi berkah. Sebab, dampak dari air hujan pada Jumat (13/10/2023) malam membuat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang bisa padam total. Seperti yang diketahui, seluruh zona TPA Jatibarang seluas tujuh hektare terbakar beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, tidak hanya TPA Jatibarang saja, tetapi seluruh Kota Semarang. Dan memang tidak terlalu lama hujan Jumat malam, hanya sekitar dua jam, tapi itu anugerah sekali. Dan saya tadi pagi cek di TPA Jatibarang sudah tidak ada asap dan titik-titik api. Semoga begitu seterusnya,” ujar Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu kepada awak media, Sabtu (14/10/2023).
Mbak Ita sapaan akrab wali kota ini juga merasakan kesejukan setelah hujan turun. Kondisi ini juga membuat cuaca di TPA Jatibarang tidak terlalu panas. Perempuan wali kota pertama di Semarang mengakui, keberkahan ini adalah upaya Salat Istiska yang dilakukan di Lapangan Kedungpane beberapa waktu lalu.
“Tentu itu merupakan salah satu ikhtiar yang kita lakukan bagaimana salah satunya mendinginkan kawasan Jatibarang,” jelasnya.
Meski telah aman dari kobaran api, Mbak Ita meminta Damkar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk terus memantau keadaan TPA Jatibarang. Ia meminta petugas untuk standby di lokasi untuk mengantisipasi jika timbul titik api.
“Saya juga sudah minta sama Damkar dan DLH untuk berapa sehari sekali pada pukul 11.00 atau 14.00 untuk disiram agar bisa ngademin wilayah Jatibarang,” tuturnya.
Sosialisasi
Sementara itu, Mbak Ita juga akan memberikan sosialisasi kepada warga setempat agar mematuhi peraturan yang telah ditentukan. Selain untuk mencegah terjadinya kebakaran yang serupa, koordinasi itu juga diharapkan membuat kawasan Jatibarang bisa tertata.
“Dan Minggu (15/10/2023) akan ada sosialisasi kepada penghuni, peternak dan pemulung untuk mematuhi aturan yang pada intinya mengingatkan karena TPA ini objek vital. Apalagi TPA banyak terbakar salah satunya TPA di Denpasar dan Lampung sehingga water bombing sudah kesana. Tapi ini saya juga minta satu minggu masih ada piket Damkar untuk standby di sana,” imbuhnya. (subagyo-SS)







