Karantina Jateng Bersama DPD ASPPHAMI Gelar Bimtek Fumigasi
Peserta dan Nara sumber bimtek berfoto bersama usai acara pembukaan (foto:ist)
Semarangsekarang.com (Semarang),- Karantina Jateng bersama DPD ASPPHAMI menggelar bimbingan teknis (bimtek) Fumigasi Standar 3.0 dan Aplikasi Fumigation Treatment Utilization System (Fumi-Trust), di aula kantor lantai 3 kantor Jalan Sudirman Nomor 81, Acara yang berlangsung selama 2 hari, (30-31 Juli 2025), ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petugas teknis fumigator yang teregistrasi Badan Karantina Indonesia (Barantin) dipandang perlu digelar bimbingan teknis fumigasi.
Turut hadir petugas teknis fumigator Jateng dan petugas karantina. Pengurus ASPPHAMI yang hadir yaitu Tribowo Lukito selaku Wakil Ketua, Dody Ardiansyah selaku Sekretaris, Mely Nurhidayanti selaku Seksi Fumigasi, Dita Widyasari selaku Seksi Litbang. Bertindak sebagai nara sumber yaitu Yuli Fitriati, Staf Deputi Karantina Tumbuhan, Badan Karantina Indonesia (Barantin).
Dalam sambutannya, Sokhib, Kepala Karantina Jateng menyampaikan pentingnya bimtek mengenai perlakuan fumigasi guna memberikan pemahaman proses fumigasi sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan mengenal lebih jauh fitur dan mekanisme penggunaan aplikasi Fumi-Trust. Aplikasi baru ini merupakan bagian dari digitalisasi layanan karantina agar kegiatan fumigasi berjalan secara efektif, efisien dan akuntabel.
Serangkaian bimtek berjalan lancar, aktif melibatkan semua peserta dengan berbagai ide saling bertukar pengalaman, tanggapan menghasilkan suasana dinamis. Seiring berjalannya waktu, materi dan pembahasan tampak hidup dari pagi hingga sore hari. Aplikasi Fumi-Trust dipaparkan secara komprehensif terkait proses pemberitahuan, pengawasan dan pelaporan tindakan perlakuan fumigasi menggunakan methyl bromide.
“ASPPHAMI terus berkoordinasi dengan Karantina Jateng terkait pelaksanaan tindakan perlakuan fumigasi. Giat bimtek ini dapat meningkatkan kompetensi petugas teknis fumigator dan mempererat interaksi antar fumigator. Materi yang disampaikan mudah dipahami sehingga dapat menambah wawasan, merefresh kembali teknis fumigasi standar 3.0 dan memperkaya ilmu baru tentang mekanisme Fumi-Trust, “ujar Triwibowo saat mendampingi bimtek. (Wahid/ss)







