Harga Cabai Setan Mulai Naik


Pedagang tuangkan cabai setan di lapaknya. Memasuki awal Ramadan 1447 H, harga cabai ini di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang mulai ada kenaikan. (foto : istimewa/SS)

  • Tenaga petik libur, distribusi terlambat

Semarangsekarang.com – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, harga cabai rawit ”setan” atau disebut cabe galak karena pedasnya di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan. Di Pasar Johar dan Pasar Karangayu, harga cabai setan yang sangat pedas semula Rp 90 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 95 ribu per kg.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang Endang Sarwiningsih mengaku pihaknya telah melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional bersama Dinas Perdagangan dan pihak kepolisian.

Endang menyampaikan, harga cabai setan memang ada kenaikan. Namun, ketersediaannya masih tercukupi. Ia mengatakan alasan harga cabai setan naik karena tenaga petik cabai di daerah penghasil ikut libur saat awal Ramadan.

Hal tersebut membuat distribusi cabai dari daerah penghasil ke kota Semarang menjadi terhambat.

“Tenaga petik cabe ikut libur selama awal Ramadan jadi distribusi ke Semarang. lambat dan inilah yang membuat harga sedikit mengalami  kenaikan,” kata Endang saat dikonfirmasi pada Sabtu (22/02/2026).

Akan intervensi

Dikatakan Endang, pihaknya akan berusaha menekan harga cabai agar tidak melambung semakin tinggi dengan melakukan intervensi yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Untuk kenaikan harga  cabai kita sudah koordinasi dengan provinsi agar kenaikan harga cabai ini bisa segera kita intervensi sehingga harga bisa terkendali,” tuturnya.

“Kita akan kerjasama dengan BUMD dari provinsi mungkin dalam waktu 1-2 hari lagi bisa kita gelontorkan ke pasar tradisional agar harga relatif murah,” imbuhnya.

Selain cabai, Endang menyebut untuk harga bahan pangan lainnya masih terpantau aman dan bahkan ada yang dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET). “Minyak sama dengan HET 15.700. Bawang merah dan daging ayam sama dengan HET masih aman,” ujarnya.

Guna menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pokok, Pemerintah Kota Semarang rutin melakukan operasi pasar dua kali dalam sepekan. Bahkan untuk harga bahan pokok dilakukan rutin pemantauan setiap hari.

“Kempling semar (Ketahanan Pangan Semarang) dan Pak Rahman (Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman) juga terus kita lakukan untuk gerakan pangan murah,” tandas Endang. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top