Idealnya Tiap Kecamatan Kota Semarang Ada Satu Armada Perawatan Pohon


Petugas Disperkim Kota Semarang saat memotong ranting pohon didaerah Gisikdrono sebagai bentuk perawatan rutin. (foto: istimewa/SS)

Semarangsekarang.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang kini memiliki tujuh armada pemeliharaan dan perawatan pohon.
Tujuh armada ini terdiri dari skylift dan dump truk yang digunakan untuk memangkas ranting dan batang pohon di seluruh titik yang ada di Ibukota Jawa Tengah.

Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati mengatakan, tujuh armada yang dimilikinya saat ini memang dianggap belum ideal jika dibandingkan banyaknya titik-titik pohon yang tersebar di Kota Semarang.

Ia mengatakan, idealnya untuk satu kecamatan ada satu armada pemeliharaan pohon. Pihaknya mengatakan akan mengusulkan pengadaan armada pemeliharaan baru di tahun 2026, setiap kecamatan diharapkan ada satu armada.

“Nanti diusulkan dulu ke Bu Wali Kota. Idealnya satu Kecamatan satu armada lengkap ada skylift dan dump truk,   dari jumlah kecamatan yang ada di Kota Semarang, seharusnya,” kata Pipie, sapaan akrabnya, Sabtu, 7 Maret 2026.

Tahun ini, lanjut Pipie, pihaknya akan mengusulkan pengadaan armada pemeliharaan sebanyak lima unit.

“Tahun ini kita usulkan 5 armada secara bertahap. Harganya itu untuk dump truk sekitar Rp 600 jutaan dan skylift itu Rp 1 miliar lebih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk satu armada pemeliharaan biasanya terdiri dari 7-10 petugas.
Selama ini, petugas pemeliharaan melakukan tindakan preventif dengan melakukan perempelan khususnya untuk pohon-pohon yang memiliki potensi tumbang di wilayah ring 1 dan ring 2.

“Tim kita rutin melakukan perempelan terutama pohon yang berpotensi tumbang di wilayah padat penduduk atau ramai dilalui kendaraan di ring 1 dan 2,” jelasnya.

Inventarisasi pohon

Pipie mengatakan, Disperkim juga melakukan inventarisasi pohon yang rawan tumbang terutama di wilayah ring 2 dan 3 yakni di daerah Gunungpati, Ngaliyan, Mijen, Banyumanik hingga Tembalang.

“Sedang kita ruti melakukan  inventarisasi pohon yang rawan tumbang. Kita lakukan penanaman dulu di sebelah pohon rawan tumbang baru bisa memotong pohon yang lama, dan berusia tua,” kata dia.

Pipie juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca dalam beberapa hari terakhir cukup ekstrim. Bahkan dua hari lalu ratusan pohon tumbang akibat angin puting beliung disertai hujan dengan intensitas tinggi.

“Harapannya masyarakat waspada jadi saat hujan dan angin kencang  di dalam ruangan atau rumah saja karena tidak tahu kekuatan pohon dan jangan berlindung di bawah pohon,” pungkasnya. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top