Sehat Berpuasa di Tengah Ancaman Super Flu


Pengajian rutin PD Muhammadiyah Kota Surakarta di Aula Balai Mummadiyah Surakarta. (foto:khilmy)

Semarangsekarang.com (Surakarta),- Menyambut bulan Ramadan 2026, Pengajian rutin dua mingguan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta, Jumat (13/2/26) malam di Aula Balai Mummadiyah Surakarta, mengetengahkan tema Tarhih Ramadan dan serba serbi Super Flu. Tema tersebut  dibahas oleh Ust. H. Furqon Al Hasby, LC., M.Ag dan dr. HM. Pratama Rachmat Wijaya, MH, M. AP, MARS. 

Menurut Furqon Al Hasby, Nabi SAW melaksanakan kewajian saum Ramadhan pertama kali pada usia 55 tahun. Atau setelah turunnya perintah berpuasa melalui  surat Al Baqoroh ayat 183-185.surat tersebut turun  pada bulan Syaban tahun kedua Hijriyah. 

“Tujuh dari sembilan kali  puasa Ramadan yang dijalani Rasul, dilakukan selama  29 hari. Hanya dua hari yang digenapkan menjadi 30 hari, karena langit ditutupi awan. Di Mekah itu langit mendung sangar jarang, tidak seperti di Indonesia, saat puasa banyak mensungnya,” ungkap Furqon. 

Meski hukum puasa Ramadan adalah Wajid, tetapi kata Furqon ada beberapa kriteria  orang yang boleh tidak berpuasa. Seperti, orang yang bepergian, sakit menahun, atau kerena pekerjannya sehingga memaksanya tida berpuasa.

“Kepada mereka Allah mewajibkan untuk mengganti puasanya dihari yang lain. Karena itu jangan mudah mengkafirkan seseorang karena tidak puasa, mungkin karena merekmemang berhalangan menjalankan ibadah,” ujar Furqon. 

Sementara itu, terkait maraknya super flu, dr. HM. Pratama Rachmat Wijaya, MH, M. AP, MARS, mengajak umat Islam untuk lebih berhati-hati. Selalu menjaga kebersihan dan menggunakan masker.

“Kalau batuk, tutuplah dengan lengan bagian dalam, jangan menutup pakai telapak tangan. Karena menutup batuk memakai telapak tangan berpotensi menyebarkan penyakit saat bersalaman dengan orang lain,” ujar dr. Pratama. 

Selama Ramadan, Ia mengajak umat Islam untuk menjaga kebersihan sekitar masjid dan musolla. Menyapu dan membersihkan sajadah. Atau menyemprotkan cair Desinfetan ke seluruh ruangan masjid. 

“Cuci tangan dengan sabun dan air mengair, atau menggunakan hand sanitizer. Untuk menjaga badan tetap sehat selama berpusa minumlah 2 liter air terbagi dalam delan gelas, mulai saat berbuka, hingga mengakhirkan sahur,” pungkasnya. (mbo/ss)

Berita Terkait

Top