700 dari 6.000 Siswa SMP Terindikasi Gangguan Psikologis


Kepala DP3A Kota Semarang Eko Krisnanto dan Ketua LPPM Upgris Prof Dr Wiyaka MPd jalin kerjasama. (foto : istimewa/SS)

  • Kerjasama DP3A Semarang – LPPM Upgris

Semarangsekarang.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang menjalin Kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas PGRI Semarang (Upgris). Kerjasama ini fokus pada sinergitas program dan pemberian layanan masyarakat di bidang pemberdayaan Perempuan serta perlindungan anak.

Secara khusus, program ini meliputi penyediaan layanan konsultasi dan konseling yang komprehensif, mudah diakses, berkualitas, dan ditangani oleh tenaga profesional psikolog.

Kepala DP3A Kota Semarang Eko Krisnarto mengatakan bahwa, permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak semakin kompleks, mulai dari kekerasan, pengasuhan kurang optimal, gangguan kesehatan mental, hingga tekanan sosial yang berdampak pada kesejahteraan psikologis.

“Data menunjukan peningkatan gangguan kesehatan mental pada remaja. Dari sekitar 6.000 anak SMP yang mengisi kuesioner, sekitar 700 di antaranya terindikasi mengalami gangguan tersebut, mulai dari ringan hingga berat yang memerlukan terapi dan pengobatan,” kata Eko, Kamis (19/02/2026).

Eko juga menyoroti fenomena fatherless yang menduduki peringkat tinggi di Indonesia, yang berdampak serius terhadap generasi muda.

Melalui kerja sama ini Eko berharap mampu memperkuat layanan yang sudah ada, seperti Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) dan UPTD PPA, serta menghadirkan pendampingan psikologis, pemulihan trauma, penguatan kapasitas keluarga, dan pencegahan kekerasan.

Sementara itu, Ketua LPPM Upgris Prof Dr Wiyaka MPd, menyatakan komitmen Upgris untuk mendukung program DP3A melalui sumber daya tenaga profesional psikolog dan potensi penelitian lanjutan.

“Kami siap terlibat langsung, baik secara mikro maupun makro, termasuk melalui pusat studi kami untuk mendukung pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Prof Wiyaka.

Kerja sama ini melanjutkan kemitraan sebelumnya antara Upgris dan DP3A, serta diharapkan tidak sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata untuk mewujudkan Kota Semarang yang lebih inklusif, sehat secara mental, dan berkeadilan bagi perempuan serta anak.

“Kami berharap dapat memberikan manfaat luas dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Semarang,” tandasnya. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top