RSI Sultan Agung dan Syarikat Islam Perkuat Sinergi Kesehatan, Pendidikan, dan Kemandirian Umat


Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH (kiri) bersama dr. Arief Indra Perdana Prasetya, Sp. OT., AIFO-K., FISQua memperlihatkan piagam MoU kedua pihak. (foto:ist)

Semarangsekarang.com (Semarang),- Pimpinan Pusat Syarikat Islam dan Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSI Sultan Agung) Semarang melakukan  penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kemandirian ekonomi umat. Penandatanganan MoU, itu dilaksanakan bertepatan dengan Pelantikan Pengurus Wilayah Syarikat Islam Jawa Tengah di Kampus Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Kamis (18/6/26)

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Syarikat Islam Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH menyampaikan bahwa pembangunan umat harus dilakukan secara menyeluruh. Kesehatan, pendidikan, dan ekonomi merupakan tiga pilar penting yang saling berkaitan dalam membentuk masyarakat yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.

“Kolaborasi menjadi kebutuhan pada era saat ini. Tidak ada lembaga yang dapat berjalan sendiri. Ketika kekuatan umat disatukan, insyaallah manfaat yang dirasakan masyarakat akan semakin besar dan berkelanjutan,” ujar Hamdan.

Sementara itu dr. Arief Indra Perdana Prasetya, Sp. OT., AIFO-K., FISQua., Direktur Pelayanan, Penunjang dan IT mewakil majemen  RSI Sultan Agung, mengatakan RSI Sultan Agung memandang bahwa pelayanan kesehatan tidak berhenti pada proses pengobatan di rumah sakit. Lebih dari itu, kesehatan harus menjadi bagian dari upaya membangun kualitas hidup masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan yang berkesinambungan.

“Kami meyakini bahwa pelayanan terbaik lahir dari kolaborasi dan kepedulian. Ketika lembaga-lembaga umat saling menguatkan, maka manfaat yang dirasakan masyarakat akan semakin luas. Semoga kerja sama ini menjadi jalan hadirnya lebih banyak kebaikan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan bagi umat,” kata Arif Indra Perdana. 

Sebagai implementasi kerja sama, kedua pihak akan mengembangkan Program SISEHAT (Syarikat Islam Sehat) yang berfokus pada peningkatan kapasitas kader kesehatan di lingkungan Syarikat Islam. Program ini akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendidikan, pelatihan, seminar, workshop, penelitian, serta pengembangan kompetensi kader yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran dan derajat kesehatan masyarakat.

Tidak hanya di bidang kesehatan, kerja sama juga diarahkan pada penguatan ekonomi umat melalui Program SIJAGAT (Syarikat Islam Jaringan Ekonomi Umat). Program ini bertujuan memperkuat ekosistem koperasi dan unit usaha yang dimiliki warga Syarikat Islam melalui peningkatan kapasitas kewirausahaan, penguatan tata kelola organisasi, serta perluasan jejaring ekonomi yang saling mendukung.

Melalui program tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap pendampingan usaha, penguatan kapasitas ekonomi, serta peluang kolaborasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas secara berkelanjutan.

Selain itu, kedua lembaga juga akan memperluas sinergi dalam bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan melalui pengembangan sistem rujukan, kegiatan pendidikan dan pelatihan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang profesional, bermutu, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Bagi RSI Sultan Agung dan Syarikat Islam, penandatanganan nota kesepahaman ini bukan sekadar kesepakatan administratif, melainkan komitmen bersama untuk menghadirkan kebermanfaatan yang nyata. Sebab dakwah tidak hanya diwujudkan melalui lisan dan tulisan, tetapi juga melalui pelayanan yang tulus, kepedulian sosial, serta upaya membantu masyarakat mencapai kehidupan yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih sejahtera.(Wahid/ss)

Berita Terkait

Top