Jateng Gelar Sensus Ekonomi Terbesar, Ahmad Luthfi: Kejujuran Data Menentukan Arah Pembangunan
Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi saat memberi keterngan pers di kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Kamis (18/06/2026). (foto: istimewa/SS)
- Gubernur Luthfi Canangkan Sensus Ekonomi Jateng 2026, 36.891 Petugas Disebar ke Lapangan
Semarangsekarang.com – Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, sejumlah kepala daerah, serta jajaran BPS se-Jawa Tengah. hadir dalam kegiatan Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Kamis (18/06/2026).
Sebanyak 36.891 petugas diterjunkan untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi meminta masyarakat dan pelaku usaha memberikan data yang jujur dan faktual, karena hasil pendataan tersebut akan menjadi fondasi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, menarik investasi, hingga membuka lapangan kerja baru.
Pendataan yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 itu melibatkan 36.891 petugas yang disebar ke seluruh wilayah Jawa Tengah, guna memetakan kondisi ekonomi daerah secara akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Ahmad Luthfi menegaskan, data menjadi fondasi utama dalam membaca kondisi ekonomi dan merumuskan arah pembangunan. Karena itu, masyarakat diminta memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Data yang akurat akan menjadi pijakan penting agar pembangunan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dapat berjalan lebih terarah dan selaras.
“Berikan data semaksimal mungkin kepada teman-teman kita dari BPS. Karena data akan memberikan fakta,” kata Luthfi.
Menurutnya, hasil sensus akan membantu pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota memetakan potensi ekonomi secara lebih akurat. Dengan data yang lengkap, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan selaras antarwilayah.
“Setelah 2,5 bulan, kita bisa memetakan tentang daerah kita, ekonomi Jawa Tengah gambarannya seperti apa. Ini penting agar kita semuanya menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi ini basisnya adalah data,” ujarnya.
Luthfi juga meminta bupati, wali kota, serta seluruh aparatur pemerintah ikut menyosialisasikan pentingnya sensus kepada masyarakat. Ia mengimbau pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga usaha rumah tangga, agar tidak ragu memberikan keterangan saat didata. dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan.
“Dibuka apa adanya, data akan rahasia. Ini untuk memberikan suatu investasi pertumbuhan ekonomi JawaTengah ke depan,” tegasnya.
kiri depan : Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan Kepala BPS Jawa Tengah Ali Said. (foto: istimewa)
Sensus lebih dari 2,5 bulan
Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional.
Berdasarkan pendataan awal, jumlah usaha di Jawa Tengah mencapai hampir 5 juta unit atau sekitar 15,25 persen dari total usaha di Indonesia.
“Kalau kita mendata di Jawa Tengah dengan sangat baik, artinya kita menyelesaikan setidaknya 15 persen kualitas pendataan di Indonesia,” kata Sonny.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan sensus sebelumnya. Selain berlangsung lebih lama selama 2,5 bulan, sensus kali ini juga mencakup sektor pertanian dan menyasar rumah tangga, tidak hanya pelaku usaha. (aria furisan – SS)







