Penantian Panjang Para Guru Honorer jadi PPPK
Senyum bahagia pegawai honorer sembari memperlihatkan SK pengangkatannya sebagai pegawai PPPK. (foto:ist)
Semarangsekarang.com (Semarang),- Suasana penuh haru dan bahagia dirasakan 13.111 pegawai honorer, terutama guru dan tenaga pendidik yang selama bertahun-tahun mengabdi dalam keterbatasan tanpa kepastian status. itu terjadi setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengangkat mereka sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Acara tersebut berlangsung di Stadion Jatidiri Kota Semarang, ditandai penandatanganan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan perwakilan pegawai honorer. Ikut hadir Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekda Jateng Sumarno, serta Kepala BKN Kantor Regional 1 Yogyakarta.
dalam sambutannya Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah merupakan daerah dengan pengangkatan PPPK Paruh Waktu terbanyak di Indonesia.
Setelah pengangkatan tersebut, total ASN di lingkungan Pemprov Jateng kini mencapai 63.049 orang, terdiri dari 29.849 PNS, 20.089 PPPK, dan tambahan PPPK Paruh Waktu yang baru menerima SK.
Ahmad Luthfi menegaskan, SK bukan sekadar dokumen administratif, melainkan kepercayaan negara yang harus dijaga.
“SK ini harus jadi motivasi dalam meningkatkan kinerja. Jangan sampai hasil jerih payah dan kesabaran pudar setelah dapat SK. Harus lebih rajin nanti,” ujarnya.
Salah satu yang merasakan kebahagiaan mendalam adalah Supriadi, guru PPKn yang telah 15 tahun mengabdi di SMK Al-Ma’arif Demak. Ia pernah tiga kali mencoba CPNS, namun gagal. Pada seleksi PPPK 2021 ia dinyatakan lulus, namun saat itu penempatan tidak muncul karena regulasi dan formasi belum dibuka.
“Gaji guru swasta sangat terbatas, jadi saya harus nyari sambilan. Tapi saya tetap bertahan karena mengajar adalah panggilan,” ungkapnya.
Kini, berkat kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Supriadi resmi diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu dan ditempatkan di SMK Negeri 1 Demak.
“Ini penghargaan besar bagi kami. Semoga ke depan bisa meningkat menjadi penuh waktu, bahkan PNS,” harapnya.
Para guru tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terutama kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang dinilai telah memberi perhatian nyata bagi kesejahteraan guru honorer.
“Terima kasih, Pemprov Jateng akhirnya memperhatikan kami,” ungkapnya.
Dengan status baru sebagai PPPK Paruh Waktu, semangat para guru untuk mendidik semakin meningkat. Mereka yakin langkah ini adalah bagian penting dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, di mana kualitas sumber daya manusia lahir dari ketulusan pendidik yang kini merasa dihargai.
“Ya semakin bersemangat mengabdi, terutama turut serta mewujudkan Indonesia Emas 1945,” tuturnya. (wahid/ss)







