Setahun Pesantren Obah Luthfi-Yasin: Ratusan Ribu Guru Agama dan Hafiz Diberi Insentif,
Wabub Taj Yasin menyerahkan idaroh kepada para penghafal Al Quran 30 Juz. (foto:ist)
Semarangsekarang.com (Semarang),- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, Gunawan Sudharsono SE SH MSi, mengatakan, setahun kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Pemprov Jateng mengucurkan insentif (uang saku) guru agama, total kepada 230.830 penerima. Mereka berasal dari guru agama Islam (225.187 orang), Kristen (4.430 orang), Katolik (474 orang), Budha (545 orang), Hindu (180 orang), dan Konghucu (13 orang).
Masing-masing guru agama menerima Rp 1.200.000/tahun. Diberikan setiap empat bulan sekali @Rp 300.000. Dengan total anggaran yang sudah dicairkan sebesar Rp 277.046.000.000 termasuk operasional bagi petugas.
“Untuk tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan semua, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026,” kata Gunawan Sudharsono kemarin.
Sedangkan untuk program pemberian bisyaroh (tali asih) santri penghafal Quran, menurut Gunawan, juga sudah dialokasikan untuk 2.000 santri Hafidz Quran. Masing-masing menerima Rp 1.000.000. Untuk tahun 2026 dilanjutkan lagi dengan jumlah penerima yang sama.
Dijelaskan, untuk beasiswa santri dan pengasuh pesantren dimulai awal tahun 2026. Saat ini masih proses pendaftaran dan seleksi. Dibuka mulai 18 Februari, seleksi bulan Juni, dan pengumuman Agustus 2026. Informasi dan pendaftaran bisa diunduh by di aplikasi JNN-Jateng Ngopeni Nglakoni dan w.w.w.Jatengprov.go.id.
Pada anggaran tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jateng menyiapkan dana Rp 6,8 milliar per tahun. Anggaran tersebut untuk beasiswa sebanyak 90 orang. Dengan pembagian 24 orang penerima beasiswa pendidikan dalam negeri, 66 orang lagi untuk pendidikan luar negeri. Mereka menempuh beasiswa vokasi, S1, S2, dan S3. Ditargetkan lulus untuk 4 tahun akademik. (Wahid/ss)







