Diperlukan Edukasi dan Simulasi Pencoblosan Surat Suara


Suasana sosialisasi dan simulasi pencoblosan surat suara oleh Mohammad Agung Ridlo di wilayah RW 12 Ngaliyan Semarang. (foto: istimewa)

Semarangsekarang.com – Makin dekatnya Pemilu, selain sosialisasi akan aturan dan kebutuhan pada hari pemilihan yang perlu untuk ditingkatkan kepada jajaran penyelanggara pemilu, juga perlu adanya sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat tentang tata cara pencoblosan surat suara dalam memilih calon legislatif (caleg) maupun calon Presiden-Wakil Presiden.

Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang Mohammad Agung Ridlo  menyampaikan, sosialisasi dan simulasi tata cara pencoblosan ini penting dilakukan, mengingat ternyata masih ada juga masyarakat yang belum tahu cara mencoblos surat suara. Hal ini karena ada 5 lembar surat suara dengan banyaknya pilihan partai, pilihan caleg maupun pilihan Presiden-Wakil Presiden.

Mohammad Agung Ridlo sendiri sebagai calon anggota DPRD Kota Semarang dari PKS di Daerah Pemilihan Ngaliyan, Mijen, dan Tugu melaksanakan sosialisasi dan simulasi tata cara pencoblosan surat suara pada pemilihan umum (pemilu) tahun 2024 kepada warga di lingkungan wilayah RW 04 dan RW 12 Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. 

“Saya diterima dengan baik oleh pengurus dalam lingkup wilayah RW 04 dan RW 12 di Kelurahan Ngaliyan yang diwakili oleh Idaningrum sebagai Ketua PKK di RT 05 RW 12, Panca Astina Ketua PKK di RT 04 RW 04, Hermawan Yuniarso Ketua RT 04 RW 04, dan Jarot Dian Ketua RT 01 RW 04.

“Mereka senang adanya kegiatan ini, sehingga warga dapat lebih jelas dan tidak bingung lagi dalam menyalurkan hak suaranya dalam memilih caleg dan Presiden-Wakil Presiden,” kata Sekretaris Umum Satupena Jawa Tengah ini.
Kegiatan sosialisasi dan simulasi ini, menurut Agung, dilakukan secara bertahap saat ada kegiatan rapat rutin bapak-bapak maupun kegiatan rutin rapat ibu-Ibu PKK.

Agung menuturkan, jumlah kertas suara yang harus dicoblos masyarakat cukup banyak pada pemilu legislatif yang kali ini dan bersamaan waktunya dengan pemilihan presiden. Lima surat suara pada Pemilu 2024 meliputi surat suara Presiden dan Wakil Presiden (berwarna Abu-abu), surat suara anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) (berwarna merah), surat suara anggota DPR berwarna kuning (berwarna kuning), surat suara anggota DPRD provinsi (berwarna biru) dan surat suara anggota DPRD kabupaten/kota (berwarna hijau).

“Sosialisasi dan simulasi perlu dilakukan, untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya mekanisme penyampaian suara atau cara pencoblosan surat suara, mulai dari memilih partai dan caleg ataupun presiden pilihannya dalam pemilu tahun 2024”.

Agung berharap, sebagai warga negara yang baik, masyarakat yang memiliki hak suara dapat datang hadir secara serentak, untuk memilih dan menyampaikan hak suaranya untuk memilih calon anggota legislatif dan pasangan Presiden-Wakil Presiden pada 14 Februari 2024 pada TPS yang ditunjuk. Hal tersebut penting sekali, jangan sampai masyarakat tidak menggunakan hak suaranya atau golput.

Kendati demikian, Agung menyampaikan, dalam pemilu tidak boleh ada pemaksaan atau memaksakan kehendak kepada masyarakat dalam menentukan partai dan sosok caleg yang dipilih pada hari pemungutan suara, sebab hal itu merupakan hak masing-masing individu warga. Setiap orang memiliki hak untuk memilih siapapun itu, jangan sampai salah memilih, jika salah memilih caleg maupun pemimpin negeri yang tidak berkualitas dan kompeten, maka lima tahun kedepan rakyat yang akan menanggung akibatnya.

Agung Ridlo yang juga Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung itu menambahkan, anggota DPRD hendaknya terus mencermati dan mengawal pembangunan yang akan dan sedang dilakukan oleh pemerintah, baik mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan monitoring dan evaluasi, agar supaya pembangunan benar-benar berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu Agung juga mengenalkan dan menjelaskan eksistensi serta gagasan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meluncurkan program kampanye gagasan dengan tagline “Pangan Murah, Kerja Gampang, Sehat Mudah”. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top