BPBD Kota Semarang Baru Bentuk 38 Katana
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro P Martanto. (foto: istimewa/SS)
Semarangsekarang.com – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan, bencana hidrometeorologi di Kota Semarang di dominasi dengan adanya bencana tanah longsor.
“Berdasarkan data infografis BPBD terakhir, selain tanah longsor, rumah roboh karena angin kencang menduduki peringkat kedua, disusul bencana kebakaran dan banjir, tapi yang cukup membuat kita waspada adalah dampak pergerakan tanah atau tanah longsor,” kata Endro P Martanto, Senin (09/03/2026).
Dikatakan Endro, BPBD sendiri telah membentuk Kelurahan Siaga Bencana (KSB) di setiap kelurahan yang ditingkatkan menjadi Kelurahan Tangguh Bencana (Katana). Terutama di kelurahan yang rawan terjadi bencana.
Relawan dari masing-masing kelurahan di Kota Semarang diberikan pelatihan tanggap bencana, sehingga ketika ada bencana di wilayahnya, relawan Katana bisa langsung memberikan bantuan dan pertolongan pertama.
“Para relawan Itu dibekali tidak hanya pengetahuan tapi juga tata cara dan skill melakukan evakuasi menghadapi seperti bencana tanah longsor, musibah kebakaran, gempa bumi dan banjir,” ujar Endro.
Endro menyebut dari 177 kelurahan di Kota Semarang, secara resmi sudah dibentuk 38 Katana. Ia mengatakan karena pembentukan Katana membutuhkan anggaran untuk pelatihan dan pembekalan, maka pihaknya membentuk Katana secara bertahap sesuai dengan kedaruratan suatu wilayah.
“Karena terbentur anggaran juga, jadi baru ada 38 Katana. Itu pelatihannya sampai 5 hari meterinya pembekalan, pengetahuan dan pelatihan,” jelasnya.
Setiap tahunnya, BPBD menargetkan pembentukan empat Katana. “Pelatihan itu secara masif teranggarkan di Dipa dalam 1 tahun anggaran ada 4 pembentukan Katana tiap tahun,” tandasnya. (subagyo-SS)







