Tahun 2025, Kota Lama Semarang Dikunjungi 3.510.860 Wisatawan
Tampak pengunjung mendatangi Museum Kota Lama di kawasan Bubakan Kota Semarang, untuk mengunjungi kedalam museum bisa lewat online atau telepon. (foto: istimewa/SS)
- Kota Lama Ikon Sejarah Semarang
Semarangsekarang.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menyiapkan berbagai kegiatan termasuk mempersiapkan destinasi wisata yang menjadi jujugan wisatawan menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari mengakui hingga saat ini kawasan Kota Lama Semarang tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan dari siang hingga pada malam hari. Kawasan Kota Lama selalu ramai pengunjung.
“Memang kawasan Kota Lama Semarang melekat dengan destinasi unggulan di Ibu Kota Jawa Tengah, yang tak pernah sepi pengunjung,” ucap Indriyasari, Kamis (12/02/2026).
Dikatakan Iin, sapaan akrab Indriyasari, pihaknya berupaya memecah keramaian di Kawasan Kota Lama, terutama keramaian di sekitar Taman Srigunting, di sepanjang Jalan Letjen Suprapto. Pemecahan keramaian tersebut dengan mengoptimalkan keberadaan Museum Kota Lama yang berada di Bundaran Bubakan Kelurahan Purwodinatan Semarang Tengah.
Museum Kota Lama di Bubakan, semakin menarik wisatawan. Museum Kota Lama Bubaan memiliki koleksi edukasi tentang sejarah Kota Semarang. Koleksinya merupakan salah satu sarana edukasi sejarah Kota Semarang.
“Kita coba buat Museum Kota Lama ini jadi wahana yang menarik, dan memikat yakni dengan program menjelajah di Museum yang berada di Bundaran Bubaan,” kata Iin lagi.
Iin mengatakan jika sejauh ini Museum Kota Lama masih ramai dikunjungi wisatawan khususnya kalangan pelajar. Pemerintah Kota Semarang sangat mendorong siswa sekolah untuk berkunjung ke museum Kota Lama sebagai sarana edukasi dan belajar tentang sejarah.
“Museum Kota Lama juga telah ditempatkan sebagai salah satu museum cerdas di Indonesia. Bahkan saat libur Nataru beberapa waktu lalu, kunjungan perharinya rata-rata bisa mencapai 200 orang,” ujarnya.

Museum Kota Lama di Bubakan dilengkapi dengan kolam dan memiliki daya tarik bagi wisatawan. (foto: istimewa/SS)
Iin menjelaskan, untuk berkunjung ke Museum Kota Lama ini bisa datang langsung, mendaftar lewat online atau memesan lewat telepon. Pembatasan pengunjung sengaja dilakukan karena ada penjelasan dari tour guide.
“Ada maksimalnya per kelompok, disana memang dibikin seperti itu ada penjelasan dari tour guide,” kata dia.
Iin mengatakan kawasan Taman Srigunting menjadi titik yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Di area tersebut terdapat sejumlah spot andalan seperti Gereja Blenduk, Gedung Marba, hingga Gedung Spiegel.
“Kita coba pecah agar tidak terpusat di satu titik,” lanjutnya.
Kawasan Kota Lama, kata dia, menjadi magnet wisatawan sepanjang 2025. Daya tariknya terletak pada deretan bangunan heritage yang menjadi ikon sejarah kota.
Berdasarkan rekap Disbudpar Kota Semarang, kawasan Kota Lama dikunjungi lebih dari 3,5 juta wisatawan sepanjang 2025. Dari jumlah itu, 3.510.860 merupakan pelancong domestik, sedangkan 23.765 lainnya wisatawan asing.
“Ada metode teknisnya untuk menghitung jumlah wisawatan. Khusus Kota Lama yang melakukan perhitungan dari Pemprov Jateng. Dari provinsi kami mendapatkan data itu, lalu kami hitung ulang juga dengan metode yang sudah kami laksanakan dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (subagyo-SS)







