Abdul Rohhim Hadi Suwarno Menjadi Relawan Adalah Panggilan Hati


Abdul Rohhim Hadi Suwarno,  Menyelamatkan warga dari ancama hewanmelata

Semarangsekarang.com (Demak) – Banjir di kabupaten Demak, Jawa Tengah akibat meluapnya air   dan jebolnya tanggul anak sungai Wulan, jelang pemungutan Suara Pemilu 14 Februari 2024 sudah berlalu. Para penyintas bencana pun sudah kembali ke rumah masing-masing.  Sebagian bahkan telah melupakan peristiwa tersebut, dan sudah kembali hidup normal sebagaimana biasa.  

Tetapi, tidak demikian bagi Abdul Rohhim Hadi Suwarno (28), satu dari delapan relawan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sodaqoh (Lazis) Provinsi Jawa Tengah yang diterjunkan di lokasi banjir. Bagi Abdul Rohhim  bencana tersebut telah memberinya pengalaman yang takkan terlupakan. Bencana juga menjadikan para korban bersatu padu, saling bantu antara satu dengan yang lain.   

“Saat tiba, situasi di Desa Cangkring Rembang, Kecamatan Karanganyar  Kabupaten Demak sangat parah. Kami harus menyeberangi jalur pantura yang kedalaman banjirnya  rata-rata seukuran  paha orang dewasa. Tidak banyak yang bisa dilakukan, karena kondisi yang serba sulit. Saat itu kami hanya bisa membagikan 300 bungkus nasi yang disiapkan saat berangkat,” kata  Abdul Rohhim kepada semarangsekarang.com bebera waktu lalu.

Selama dua hari, menurut pria yang akan genap berusia 29 tahun pada 04 April 2024,  itu pihaknya berusaha mencari tempat yang bisa dijadikan sebagai posko. Sampai akhirnya, mereka menemukan salah satu lokasi yang cukup aman dan strategis di desa Cangkring B, Kecamatan Karanganyar,    Demak.

Sejak itu Abdul Rohhim beserta anggota tim Lazis lainnya mendirikan posko induk, posko pengungsian sekaligus dapur umum, di desa yang berpenduduk sebanyak 5222 jiwa atau 1734 KK.

Selama berada di posko Desa Cangkring B, itu saban hari Rohhim bersama ibu-ibu penyintas bencana menyiapkan nasi bungkus hingga 1000 buah. Mereka juga menerima dan menyalurkan bantuan yang asalnya dari masyarakat, maupun lembaga lainnya.

“Kami juga memberikan alat kebersihan, bagi tempat ibadah dan sekolah. Kita ikut bersih-bersih, termasuk di rumah warga. Tetapi kegiatan tersebut harus dilakukan dengan ekstra hati-hati, lantaran kita tidak mengenal medan dan banyak ular yang ditemukan selama membantu warga melakukan bersih-bersih rumah,” ungkap alumni Politeknik Negeri Jember jurusan Teknik Energi Terbarukan

Likuifaksi  Palu

Keikutsertaan Rohhim  menangani bencana bersama Lazis Jateng relatif baru. Ia  baru bergabung dengan Laziz Provinsi Jawa tengah sejak 2020. Bahkan  keterlibatannya dengan penanganan kebencanaan bersama Lazis terbilang baru seumur jagung. Di lembaga tersebut bapak satu anak,  kelahiran Tangerang 04 April 1995, itu baru  terlibat dalam satu kali kegiatan kebencanaan, yaitu, pada peristiwa erupsi Semeru tahun 2021.

“Saya bertugas di devisi program. Saat tidak melakukan pertolongan kebencanaan, kegiatan saya lebih banyak terkait pemberdayaan ekonomi,  kesehatan, sosial, hingga dakwah,” ungkap  suami dari perempuan bernama Mutmaninah Nur  Qoiri.

Tetapi, itu bukan berarti Ia tidak memiliki pengalaman dalam hal kedaruratan. Karena jauh sebelum terlibat di Lazis, Rohhim sudah kerap mengikuti aksi-aksi kemanusian, bersama almamaternya. Bahkan pada 2018, Rohhim  sudah diberangkatkan di Palu membantu para korban gempa, sunami  serta likuifaksi.

Bagi anak pertama, tiga bersaudara pasangan Suwarno dan Sunarti, pengalaman dan  keterlibatannya dalam pertolongan kebencanaan merupakan panggilan hati untuk berbagi manfaat kepada orang lain. Sekaligus ungkapan rasa  syukur, sebagai  mahluk tuhan, dan sepatutnya   memberikan peran maksimal bagi sesama.

“Saya ingin memberi manfaat yang lebi besar bagi masyarakat. Dan saya beruntung, keinginan tersebut mendapat dukungan keluarga, termasuk istri saya. Mudah-mudahan, kedepan semuanya akan diberi kemudahan sehingga tugas-tugas yang harus saya kerjakan, dapat selesai dengan sebaik-baiknya,” kata Rohhim  penuh harap. SSMBO

 

Berita Terkait

Top