Mahasiswa NTT Buka Donasi Korban Bencana


Para mahasiswa NTT di Semarang berdoa bersama dan menggelar donasi untuk meringankan kirbsn gempa di Flores NTT. (Foto : ist)

Semarangsekarang.com – Bentuk solidaritas kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Semarang menggelar doa bersama sekaligus membuka donasi.

Kegiatan digelar di Semarang, tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa asal NTT di Semarang terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Peserta kegiatan berasal dari berbagai organisasi daerah NTT.

Ketua Panitia, Keyza Elisabeth Deva Lelo, mengatakan, kegiatan tersebut secara khusus digelar untuk memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa di Flores.
“Acara ini doa bersama dan open donasi untuk korban bencana gempa di Flores Nusa Tenggara Timur,” kata Keyza.

Penggalangan donasi dibuka selama sepekan, mulai 18 hingga 25 Agustus 2026. Bantuan dapat diberikan dalam bentuk uang maupun kebutuhan lainnya.

Donasi uang dapat disalurkan melalui rekening BRI 4667 0102 5223 534 atas nama Keyza Elisabeth Deva Lelo. Sementara bantuan dalam bentuk barang dapat diantar langsung ke Kedai Raksa Kopi, Ruko Square B1 Kios Joglo, Jalan Menoreh Raya Nomor 68, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Keyza menjelaskan, bantuan yang terkumpul nantinya dititipkan kepada pihak yang hendak menuju Flores untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak.
“Disalurkan kepada orang-orang yang mau menuju ke sana,” katanya.

Penggalangan bantuan tersebut turut dilatarbelakangi kondisi sejumlah mahasiswa dari organisasi daerah NTT yang keluarganya terdampak gempa di Pulau Flores.

Meski tidak ada anggota IMATTU yang terdampak secara langsung, Keyza menyebut terdapat anggota organisasi daerah lain yang keluarganya mengalami dampak bencana.
“Kebetulan di organisasi kami tidak ada, tapi di organisasi yang lain, khususnya di Pulau Flores, itu ada. Contohnya, ada teman saya, rumahnya juga hancur,” ungkapnya.

Adapun kebutuhan yang menjadi prioritas dalam penggalangan bantuan meliputi logistik, bantuan uang tunai, serta air bersih. Ketua Komunitas IMATTU Semarang, Ryan Nenobais, menjelaskan, IMATTU merupakan organisasi daerah yang menjadi wadah mahasiswa asal Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

“Ini merupakan komunitas daerah, ikatan mahasiswa daerah. Daerah kami itu salah satu daerah di Nusa Tenggara Timur, tapi bukan Flores. Namanya Timor Tengah Utara, di bagian kepulauan Timor, perbatasan dengan Timor Leste,” jelas Ryan.

Saat ini, IMATTU memiliki sekitar 30 anggota inti dengan jumlah anggota keseluruhan berkisar 50 hingga 60 orang. Menurut Ryan, kegiatan IMATTU tidak hanya bergerak di bidang sosial, tetapi juga mencakup kegiatan kemahasiswaan, intelektual, dan keilmuan, seperti seminar, retreat, hingga kegiatan pembentukan karakter.

“Intinya kegiatan kemahasiswaan di Timor Tengah Utara selalu berkaitan dengan kegiatan akademik. Selebihnya kalau memang bukan akademik, salah satu contohnya seperti aksi sosial seperti pada saat ini,” ujarnya.

Ryan mengatakan berdasarkan informasi terbaru, kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Flores saat ini mulai bergeser. Selain bantuan pangan dan logistik, pakaian layak pakai serta air bersih menjadi kebutuhan yang mendesak. (Subagyo/ss)

Berita Terkait

Top