Kader PKK Rembang Antusias Sambut Rabu Pon
Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin menyerahkan bantuan bibit pohon (foto:ist)
Semarangsekarang.com (Rembang),- Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon), yang digagas Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), terus digalakkan di 35 kabupaten/kota. kali ini giliran Kabupaten Rembang yang menjadi sasaran program tersebut. Di luar espektasi, para ibu dan kader TP PKK setempat antusias mendukung program tersebut. Hal itu terlihat dari semangat mereka mengikuti Pelatihan Rabu Pon, di Balai Desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, 5-6 Agustus 2025.
Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin mengungkapkan, selain bertujuan untuk ketahanan pangan, Gerakan Rabu Pon juga menjadi upaya mitigasi bencana karena pohon yang ditanam juga bisa berfungsi sebagai resapan air.
Dikatakan dia, pada tahap awal, pendampingan Rabu Pon difokuskan pada lima kabupaten, yang masuk kategori miskin ekstrem sekaligus rawan bencana. Yakni Kabupaten Rembang, Sragen, Purworejo, Banjarnegara, dan Brebes.
Gerakan Rabu Pon juga sejalan dengan program Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman), yakni memanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman.
“Kegiatan ini satu, tujuannya adalah untuk ketahanan pangan keluarga, bagaimana memanfaatkan pekarangan dengan Aku Hatinya PKK, kemudian kedua untuk mitigasi bencana juga,” kata Nawal, seusai kegiatan.
Untuk menyukseskan Rabu Pon, pihaknya juga menyerahkan bantuan bibit tanaman, ayam petelur berikut kandangnya, kepada para peserta pelatihan. Nantinya peserta akan diberikan pendampingan selama 20 hari.
Nawal berharap, program tersebut bisa berjalan secara masif di 35 kabupaten/kota kota-kotaawa Tengah, dan dikembangkan sesuai dengan potensi pertanian di masing-masin daerah.
“Jadi Rabu Pon ini diharapkan masif di 35 kabupaten/ kota, bersama dengan Aku Hatinya PKK,” harap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Dia juga menegaskan, melalui Rabu Pon, perempuan memiliki peran penting untuk menjaga ketahanan pangan keluarga, hingga mengentaskan keluarga dari jurang kemiskinan.
“Jadi menguatkan peran perempuan, dia bisa memanfaatkan pekarangannya untuk ketahanan pangan keluarga, serta mengurai pengeluaran keluarga,” ungkap Ning Nawal, sapaan akrabnya.
Pada kegiatan itu juga diberikan berbagai bantuan untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Rembang. Mulai dari bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan sembako, bibit tanaman, dan ayam ternak.(wahid/ss)







