Komisi B DPRD Kota Semarang Minta Fasilitas Pasar Waru Diperbaiki
Tulisan Pasar Waru Semarang. (foto: dok istimewa)
Semarangsekarangcom – Ketua Komisi B DPRD, Kota Semarang, Joko Susilo mengungkapkan perlu ada perbaikan sejumlah fasilitas Pasar Waru, Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
Joko mengusulkan agar dinas terkait segera memperbaiki fasilitas pasar agar pedagang dan penjual bisa nyaman. ‘Pasare resik rezekine apik’.
‘Tetapi, banyak fasilitas di Pasar Waru yang harus diperbaiki agar pedagang bisa lebih nyaman dalam mencari rezeki dengan berjualan di pasar tradisional, tersebut,’ ujar Joko Susilo, Kamis (21/09/2023).
Politisi PDIP Joko Susilo menilai, ada beberapa fasilitas di Pasar Waru yang harus diperbaiki. Perbaikan mulai dari jalan yang rusak, lantai pasar, atap bocor, dan talang air yang sudah tidak layak.
“Apalagi, saat puncak kemarau yang sebentar lagi musim hujan. Selain itu beberapa kios pun terkena dampak banjir saat hujan. Itu harus dibenahi. Mesake pedagange, pedagang itu kan butuh tempat bersih, tempat tidak bocor,’’ kata Joko Susilo.
Joko menambahkan bahwa, Komisi B DPRD Kota Semarang, melakukan tinjauan lapangan perihal sarana dan prasarana di Pasar Waru pada 13 September lalu.
Ketua Komisi B DPRD, Kota Semarang, Joko Susilo. (foto: subagyo/SS)
Kunjungan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Joko Susilo dan Anggota Komisi B, Yosi Yonardo, Melly Pangestu, Hanik Khoiru, serta didampingi oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang.
“Ternyata setelah kami cek ke sana, talang-talang airnya pada lari semua terkena angin. Sehingga kalau hujan, air tidak masuk talang, sehingga turun ke bawah ke tempat pedagang, sehingga pedagang tidak bisa berjualan,’’ ungkap dia.
Joko Susilo mengakui tidak semua los kondisinya seperti itu. Menurutnya ada beberapa los Pasar Waru yang masih layak untuk berdagang. “Yang tidak layak sekarang tutup karena kalau hujan bocor,’’ ujar dia.
Joko Susilo juga melihat kios lantai 2 dibiarkan kosong. Dia berharap Dinas Perdagangan melakukan berbagai upaya agar kios tersebut tidak dibiarkan kosong dan bisa ditempati kembali oleh para pedagang.
Joko berharap Dinas Perdagangan ikut serta mempromosikan untuk menarik pengunjung demi menjaga keberlangsungan kegiatan perekonomian di pasar tradisional.
“Kalau saya usul, lantai dua bisa untuk pasar burung. Sehingga di Kota Semarang ini ada beberapa pasar burung,’’ pungkas Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang itu. (subagyo-SS)







